Minggu, 02 November 2008

SRIWIJAYA


Nama Sriwijaya sudah melegenda dan terkenal sebagai Kerajaan besar di Nusantara sejak abad ke 7 sampai abad ke 14. Suatu kerajaan yang bernafaskan agama Budha dan banyak disinggahi para musafir dan pedagang saat itu. Bahkan nama tersebut dipakai sebagai nama Universitas Negeri di kota Palembang yang dianggap sebagai pusat kerajaan Sriwijaya, nama klub sepakbola yang mengambil base-camp di Palembang juga mengambil nama tersebut yaitu SFC (Sriwijaya Football Club) dan berhasil sebagai Duo Winner: Juara Liga dan Juara Champion
Nasional.

Nah...Bisakah nama Sriwijaya mempunyai nilai jual  untuk menyedot para Wisman dan Wisdom untuk datang ke Bumi Sriwijaya, Palembang 
dan Sumatera Selatan pada umumnya?
Obyek Sejarah umumnya sebagai obyek Pariwisata/Tourism bagi suatu negara, sebab hal ini dapat mendatangkan Devisa Negara dan secara otomatis 
dapat mendongkrak kesejateraan masyarakat setempat dan Indonesia pada umumnya.

Mari kita Simak peninggalan-peninggalannya:
  1.  Situs Pasemah di Pagar Alam, Lahat, selain ada bukti Batu Kubur Megalithikum, juga ditemukan beberapa arca.
  2. Museum Balaputera Dewa, di Km 5,5 ditata secara maksimal dan profesional, karena dapat menyajikan Replika-replika Prasasti Kerajaan Sriwijaya.
  3. Taman Bukit Siguntang, di daerah Bukit Besar dengan mengembalikan atau menyinkronkan antara nama Bukit Siguntang sebagai Prasasti kerajaan Sriwijaya dengan Makam Putri Kembang Dadar dari Kasultanan Palembang.
  4. Situs atau Taman Sriwijaya di desa Karanganyar, Palembang, ditata, dirawat dan disajikan secara profesional sehingga menjadi tempat yang indah dan menarik, sehingga para wisatawan dapat informasi tentang kerajaan Sriwijaya yang Besar pada zamannya.
  5. Dan sebagainya.
Obyek-obyek dan situs kerajaan Sriwijaya tersebut dapat dikemas sebagai Paket Pariwisata dan digabungkan dengan obyek-obyek sejarah lainnya serta dipadukan dengan obyek/tempat-tempat hiburan yang menarik, bersih, dan aman, sehingga menimbulkan rasa keingintahuan para wisatawan untuk datang ke Palembang dan Sumatera Selatan pada umumnya.

Ini bukan program yang mudah, tapi perlu dikancah terlebih dahulu dan dipersiapkan secara matang beserta dampak positif dan negatifnya, sehingga dapat ditemukan solusi yang baik agar Palembang dan Sumatera Selatan benar-benar sebagai obyek wisata yang dikelola secara profesional dan menarik untuk dikunjungi.

Nah...bagaimana cara mengemasnya sebagai daerah kunjungan wisata adalah hal yang perlu disiapkan, dicermati, dan dikelola secara profesional, sebab Indonesia pada umumnya mempunyai obyek wisata yang lebih indah dari negara-negara lain, baik dari segi alamnya maupun sejarahnya!

RBM. Sutartomo
Solo - Palembang

Tidak ada komentar: