Minggu, 16 November 2008

SEJARAH INDONESIA


Sejarah adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan manusia, yang terjadi di masa lalu, untuk dianalisis pada masa sekarang, dan dapat dipakai sebagai dasar langkah-langkah untuk masa depan, agar hal-hal yang kurang baik jangan terulang dan hal-hal yang baik perlu kita kembangkan.
Sejarah terbagi menjadi 2 (dua),yaitu:
1. Masa sebelum mengenal tulisan ( Prasejarah )
2. Masa setelah mengenal tulisan ( Sejarah )

Sejarah Indonesia menulis.

Masa Prasejarah:
Berdasarkan fosil yang ditemukan di Sangiran, aliran Bengawan Solo, dan tempat-tempat lain, sepertinya Indonesia punya manusia tertua di dunia dengan ditemukan Meganthropus Palaeojavanicus dan Pithecanthropus Erectus. Sedangkan yang sudah dianggap cerdas adalah Homo Soloensis, Wajakensis, Mojokertensis, dapat kita bandingkan dengan fosil-fosil di negara lain, seperti: Sinanthropus Pekinensis, Neanderthalensis, Hiedelbergensis, Cromagnon.
Untuk sementara wilayah Indonesia boleh dikatakan terdapat manusia tertua di dunia berdasarkan fosil yang ditemukan berdasarkan asal-usul manusia dari fosil yang telah ditemukan. Tapi tentang keakurasiannya, perlu diteliti lebih lanjut terutama oleh para pakar yang terkait di bidang ini.
Bagaimana membayangkan daerah Sangiran yang terletak di tengah P. Jawa (Jawa Tengah, sebelah utara kota Solo/Surakarta) menyimpan banyak fosil, mulai dari binatang laut, binatang purba, sampai fosil-fosil manusia. Masyarakat setempat sering mengatakan dengan "Balung Buta" (tulang raksasa), setiap hujan lebat di lembah Sangiran sering terjadi erosi dan mengeluarkan fosil-fosil tersebut, sehingga banyak menjadi buruan para penduduk setempat maupun orang-orang yang berkepentingan, semenjak para kolektor atau arkeolog menjanjikan sejumlah uang untuk setiap fosil yang ditemukan.
Walau daerah tersebut sudah menjadi daerah Suaka Budaya, tapi pencurian fosil terus berlanjut.
Orang cenderung menjual fosil yang ditemukan dari pada menyerahkan kepada pemerintah atau Balai Arkeologi, hal ini tentu ditunjang dengan kurangnya pengetahuan mengenai arti peninggalan sejarah bagi bangsa Indonesia. Selain itu, tentu nilai uang yang perlu menjadi perhatian dari berbagai pihak, mengingat kesejahteraan bagi bangsa atau masyarakat Indonesia yang masih banyak berada di bawah garis kemiskinan.

Selain itu, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mempunyai budaya yang tinggi dilihat dari Tradisi Sejarah sebelum mengenal tulisan, seperti: Folklore, Mitologi, Legenda, Upacara-upacara Tradisonal, dan Nyanyian-nyanyian Rakyat. Di dalam hal-hal tersebut sudah terkandung nilai sosial budaya yang tinggi demikian juga dari segi filsafatnya.

Masa Sejarah:
Masa ini dapat dibagi menjadi beberapa periode, seperti:
1. Masa Awal
2. Masa Hindu- Budha
3. Masa Islam
4. Masa Kolonial
5. Masa Kemerdekaan
dari periode-periode tersebut dapat dibagi lagi menjadi masa-masa tertentu yang lebih rinci lagi, seperti Masa Kolonial terbagi atas: Masa VOC, masa kolonial Belanda dan Jepang. Masa Kemerdekaan terbagi menjadi masa Orde Lama, Orde Baru, Reformasi dan sebagainya.

Penulisan sejarah masa ini harus sangat teliti, sebab banyak bukti-bukti tertulis yang dapat dibaca dan dianilisis, jadi jangan sampai terjadi adanya "Kebohongan Sejarah", sebab sejarah merupakan ilmu yang faktual, maka sejarah tidak boleh direka-reka, tetapi harus dijelaskan baik positif maupun negatifnya.

Indonesia sudah mempunyai 5 jilid Sejarah Nasional Indonesia, tapi masih perlu dikaji lebih lanjut dan dikembangkan, serta direvisi hal-hal yang tidak cocok dengan fakta sejarah. Ini Pekerjaan Rumah bagi para Arkeolog dan Sejarawan Indonesia yang utama.

"Bangsa yang Besar, adalah bangsa yang tahu akan sejarah bangsanya".

RBM. Sutartomo
Palembang, Medio Nov ' 08

1 komentar:

halra.com mengatakan...

saya sedang belajar sejarah indonesia, terimakasih ya pak, telah menjelaskan dengan gamblang, sangt embantu