Minggu, 12 Mei 2013

RENJANA

Betap aku harus mulai dari mana..??

Minggu, 06 November 2011

Sosiologi Semester 1 Bab I Pengertian Sosiologi sebagai Ilmu tentang Masyarakat A. Pengantar Manusia diciptakan sebagai Homo Socius, yaitu sebagai manusia yang hidup bersama manusia lainnya, sebab setiap manusia tak dapat hidup tanpa manusia lainnya. Selain itu manusia mempunyai kelebihan dibandingkan dengan binatang, sebab manusia mempunyai akal dan naluri/instink, sedangkan binatang hanya mempunyai naluri/instink saja. Dari akal budi manusia inilah manusia mampu menghasilkan kebudayaan. Kebudayaan adalah hasil cipta, rasa, dan karsa atau karya manusia. Binatang membuat sarang yang indah dan dapat diajari manusia melakukan sesuatu hanyalah berdasarkan naluri belaka, sebab dalam membuat sarangnya, setiap binatang dalam bentuknya tetap sama dan tidak berubah sesuai dengan keadaan lingkungan tempat binatang itu hidup. Binatang dapat melakukan sesuatu, karena naluri binatang tersebut untuk melakukan sesuatu yang berulang-ulang dengan imbalan makanan atau sejenisnya, maka bila binatang tersebut telah kenyang atau merasa terancam, binatang tersebut tak mau lagi melakukan apa yang diperintahkan oleh manusia, demikian pula binatang tidak bisa melakukan variasi atau mengembangkan perilaku sendiri di luar yang telah diajarkan oleh manusia. Manusia sebagai makhluk yang diciptakan Tuhan dengan akal budinya, untuk menghasilkan kebudayaan sebagai hasil dari cipta (ide-ide), Rasa yaitu dengan memberi sesuatu keindahan, atau sesuatu hal tertentu, sedangkan Karsa artinya ada kehendak untuk merealisasikan ide-idenya dalam bentuk gagasan/ teori-teori atau dalam bentuk nyata sebagai hasil Karyanya. Ini kelebihan manusia dibangdingkan dengan binatang. Manusia menjadi manusia normal seperti manusia lainnya, harus hidup dalam kelompok manusia juga sebab bila manusia hidup dari lahir bukan dalam lingkungan manusia atau hidup dalam kelompok binatang, maka ia sulit beradaptasi, bahkan akhirnya sampai pada kematiannya, karena faktor stress dan sebagainya. Misalnya seperti Kasus-kasus yang telah terjadi, antara lain: 1. Kasus Anna (Amerika Serikat) 2. Kasus Kaspar Hauser (Jerman) 3. Itulah bukti konkret bahwa manusia selalu dan harus hidup dengan manusia lain dan tak mungkin terpisahkan satu sama lainnya. B. Pengertian Sosiologi Sosiologi berasal dari kata Socius dan logos. Socius artinya teman, kawan, sahabat, maupun lawan, musuh dan sebagai, yaitu individu lain di luar individu yang bersangkutan. Logos artinya yang harus diketahui atau dimengerti dan sering diterjemahkan sebagai pengetahuan atau ilmu pengetahuan. 1. Ciri-ciri dan sifat dari Sosiologi adalah: a. Empiris b. Teoritis c. Kumulatif d. Non Etis 2. Cabang-cabang atau Spesialisasi Sosiologi Berbagai pendapat tentang cabang-cabang atau Sosiologi Spesialisasi yang ada di masyarakat dari berbagai tokoh, maka muncul pula berbagai cabang atau spesialisasi dari Sosiologi yang intinya masing-masing berhubungan atau menyinggung hubungan antar individu atau masyarakat. antara lain: a. Sosiologi Pedesaan b. Sosiologi Perkotaan c. Sosiologi Hukum d. Sosiologi Ekonomi e. Sosiologi Komunikasi f. Sosiologi Pemerintahan g. Sosiologi Politik h. Sosiologi Pendidikan i. Sosiologi Ras atau Etnik j. Dan sebagainya 3. Metode dan Teknik dalam Sosiologi Secara umum, Sosiologi juga menggunakan Metode dan Teknik sama dengan ilmu-ilmu yang lain, seperti: a. Metode : * Metode Induktif * Metode Deduktif * Metode Kualitatif * Metode Kuantitatif * Dan sebagainya b. Teknik : * Case Study / Studi Kasus * Eksperimen * Interview atau wawancara * Question atau daftar pertanyaan * Anquet atau angket * Pengamatan atau Observation * Dan sebagainya C. Perkembangan Sosiologi 1. Di Dunia 2. Di Indonesia

Selasa, 13 April 2010

Wali sanga

PERKEMBANGAN agama Islam di Indonesia
***
Wali Sanga
Penyebar agama Islam di Jawa dan Indonesia
**@@@@@@@@@@@@@@@**

1. Sunan Ampel ->Bong Sui Hoo ( Sunan Ngampel=Raden Rahmad ): mendirikan pesantren di Ngampel Denta tahum 1451-1478.

2. Sunan Bonang->Bong An ( Sunan Bonang ) -> Raden Maulana Makdum Ibrahim : anak kandung dari Sunan Ngampel. Dimakamkam di Tuban.

3. Toh A Bo ( Sunan Gunung Jati )-> Faletehan/Fatahillah/Muhammad Nurudin/ Syah Nurullah/ Makhdum Jati / Makhdum Rahmatullah/ Syarif Hidayatullah : anak kandung dari Sultan Trenggono ( Tung Ka Loo ). Tahun 1522 diutus ayahnya menundukkan Banten dan mendirikan Kesultanan Banten dan Cirebon. Sunda Kelapa juga berhasil diduduki oleh Toh A Bo tidak kembali ke Demak, karena ayahnya sudah meninggal dan kerajaan Demak terjadi Perang Saudara. Ia kemudian mendirikan Pesantren di Sembung dengan nama Pesantren Gunung Jati.

4. Gan Si Tjiang ( Sunan Kalijaga ) anak kandung dari Gan Eng Tju (seorang Kapten dari Cina yang berda di Tuban ). Ia mendirikan masjid Demak pada masa permerintahan Raden Patah ( Pangeran Jin Bun ), kemudian Sunan Kalijaga mendirikan Pesantren di daerah Kalijaga. Menurut ceritera Babad Tanah Jawi Sunan Kalijaga juga disebut sebagai Joko Said. Menyebar agama Islam dengan Wayang. Dimakamkan di Kadilangu, Demak.

5. Sunan Muria ( nama kecilnya Raden Prawata )-> putra Sunan Kalijaga. Sunan Muria menikah dengan R. Dewi Sujinah (saudara Sunan Kudus) putri Sunan Ngundung dan memperoleh anak laki-laki bernama Pangeran Santri.

6. Sunan Kudus ( Jafar Sidiq ): putra Raden Mas Usman Haji atau Sunan Ngundung di Jipang. Sunan Kudus mendapat gelar Waliyyulilmi, karena ahli agama seperti: tauhid, usul fikhiq (Fikih), haditz, mantik, dan fikhiq.

7. Sunan Giri (Raden Paku)-> selain berdakwah di Gresik, ia juga berdakwah di Maluku dengan mengirimkan muridnya mengajar di Hitu, Maluku. Karyanya adalah Gending Asmaradana dan Pucung. Dimakamkan di Giri, Gresik.

8. Sunan Drajad ( Masih Maunat Syarifudin ) -> Putra Sunan Ampel. Pencipta Gending Pangkur, ia adalah Sunan di Jawa Timur yang berjiwa sosial dan mau menolong yang sengsara dan yatim piatu.

9. Sunan Malik Ibrahim ( Maulana Maghribi ). Dimakamkan di Gresik.

10. Syech Siti Jenar ( Syech Lemah Abang )

11. Syech Abdul Muhyi dari Pamijahan, Tasikmalaya, Jabar

12. Sunan Geseng, dimakamkan di desa Badegolan, Kutowinangun, Jateng

13. Sunan Tembayat, dimakamkan di desa Bayat, Klaten, Jateng

14. Sunan Panggung, dikirim mengajar di daerah Tegal, Jateng

Di luar Jawa :

15. Nurrudin ar Raniri

16. Hamzah Fansuri

17. Abdul Rauf Sinkel

18. dsb.

Beberapa faktor agama Islam mudah masuk dan berkembang pesat di Indonesia, antara lain:

1. Syarat masuk Islam mudah, dengan mengucapkan Kalimah Syahadat
2. Tidak mengenal pembagian kasta atau kedudukan, semua dianggap sebagai Hamba Allah.
3. Dilakukan dengan jalan damai
4. Sifat bangsa Indonesia yang ramah dan saling pengertian memberi peluang masuknya pengaruh dari agama Islam dari bangsa lain.
5. Upacara-upacara agama Islam lebih sederhana dibanding dengan agama sebelumnya atau kepercayaan sebelumnya.
BAB V. PENGARUH PERKEMBANGAN TEKNOLOGI PERSENJATAAN TERHADAP PERANG DUNIA II DAN PERANG DINGIN

A. Pengaruh Perkembangan Teknologi Persenjataan terhadap Perang Dunia II
Dipicu oleh teori peluruhan radioaktif ciptaan Ernest Rutherford dan Frederick Soddy pada tahun 1902, para ahli fisika dunia berlomba-lomba menguak struktur atom lebih mendalam, diantaranya 3 ilmuwan: Enrico Fermi (Italia), Niels Bohr (Denmark), dan Arthur H. Compton (Amerika Serikat). Amerika Serikat tidak menyia-nyiakan temuan para ahli tersebut dengan membuat Proyek Manhattan dengan merekrut tenaga mereka. Selain mereka , ada pula Albert Einstein yang masuk Amerika Serikat dengan teori Relativitas yang amat dahsyat, yaitu : E = mc2. Einstein berbicara teori ini murni dari hasil perhitungan di atas kertas dan papan tulis, berbeda dengan para ilmuwan lainnya yang berbicara atom dengan hasil percobaan di laboratorium.
1. Perkembangan Teknologi Persenjataan di Jerman
Tahun 1930-an Jerman mendahului negara lain dalam riset atom dan kebanyakan ahli atom berasal dari Jerman atau Austria -> Otto Hahn, orang Jerman pertama yang melakukan pemecahan atom pada tahun 1938. Pada saat kekuasaan Hitler dalam menjalankan politik rasial, banyal ilmuwan Jerman keturunan Yahudi yang melarikan diri keluar Jerman atau Austria, seperti: Albert Einstein, Lise Meitner, dan Gustav Hertz. Hal ini berakibat penelitian nuklir di Jerman terhambat karena terjadinya brain drain ke luar Jerman. Mereka diusir keluar bukan karena keturunan Yahudi saja, tetapi juga siapa saja yang tidak sejalan dengan politik Nazi dari Hitler.
Akhir tahun 1930-an Werner Heisenberg ilmuwan fisika Jerman yang terkenal di dunia internasional karena karyanya dalam mekanika kuantum dan The Uncentainty Principle. Hal ini membuatnya meraih hadiah Nobel tahun 1932. Walau bukan anggota Nazi, ia adalah seorang patriot Jerman sepeti para perwira militerlainnya. Maka ia ditunjuk memimpin Program pengadaan nuklir Jerman dengan sponsor negara.
• Tahun 1939 Perang Dunia meletus di Eropa, tentara Nazi menduduki Norwegia dan merebut pabrik pembuatan air berat di Vermork, 160 km utara Oslo. Air berat atau Deuterium sangat diperlukan Jerman untuk program nuklirnya. Pada dasarnya sebuah reaktor atom beroperasi dengan menimbulkan reaksi berantai atom dari masa uranium-238 yang ada didalam reaktor. Untuk memicu reaksi aliran neutron di sekeliling isotop, radioaktif harus dimoderasikan dengan substansi lain seperti graphite atau air berat. Para Ilmuwan Jerman ternyata memilih air berat yang justru langka dan sulit membuatnya.
• Jerman harus memiliki senjata pamungkas guna mempercepat rencana gila Adolf Hitler untuk menguasai dunia. Maka memasuki tahun ketiga Perang Dunia II para petinggi militer Jerman percaya pada kemampuan para ilmuwan fisika Jerman untuk mengklasifikasikan fenomena fisika yang diungkapkan oleh beberapa fisikawan senior seperti: Neil Bohr, J. Robert Oppenheimer, dan Albert Einstein.
• Tahun 1942 pabrik di Vermork telah mampu memproduksi 10.000 pon air berat/deuterium untuk keperluan Proyek Tim Heisenberg di Berlin dan Leipzig. Inggris berusaha menggagalkan, tapi usaha pertamanya gagal, karena pesawat-pesawat glidernya tertimpa badai salju dan jatuh di luar daerah sasaran. Akhirnya aksi sabotase, intelejen Inggris berhasil menyusup dalam badai salju dan meledakkan pabrik-pabrik air berat tersebut. Ketika Jerman mau memindahkan dari Norwegia yang tidak amanpun berhasil digagalkan dengan menenggelamkan kapal-kapal yang mengangkut air berat dengan bantuan gerilyawan Norwegia yang memasang bom di kapal tersebut.
• Jerman tidak menyerah atas kegagalan suplai air berat tersebut, para ilmuwan fisika Jerman terus berusaha pengembangan pembuatan bom atom. Mereka telah mencapai beberapa kesimpulan yang hampir sama dengan para ilmuwan Amerika serikat dalm Proyek Manhattan-nya. Hanya para ilmuwan Jerman tidak pernah mencapai konsep kerja untuk memproduksi secara nyata.
• Beberapa hal yang menyebabkan kekalahan Jerman dalam perlombaan mengembangkan dan membuat bom ato, adalah sebagai berikut:
 Politik Rasial:
Hal ini menyebabkan ahli fisika dan nuklir keturunan Yahudi melarikan diri luar negeri atau keluar dari Jerman.
 Kemampuan berorganisasi:
Jerman kurang mampu berorganisasi dalam mengembangkan Proyek persenjataannya , karena terombang-ambingkan kebijakan yang berbeda oleh beberapa kementerian, sedangkan Amerika Serikat punya Proyek Manhattan-nya yang mantab dan efektif.
 Sikap Kultur Rezim Nazi:
Kultural/kebudayaan Nazi menganggap bahwa para ilmuwan sejati adalah mereka yang bekerja menciptakan roket dan jet, sedangkan lainnya hanya sebagai pelengkap saja. Adolf Hitler sendiri digambarkan lebih percaya pada kemampuan senjata konvensional.

2. Perkembangan Teknologi Persenjataan di Amerika Serikat
Tanggal 2 Agustus 1939 Albert Einstein mengirim surat kepada presiden USA Franklin Delano Roosevelt, memberitahukan bahwa Nazi Jerman telah mampu memurnikan Uranium-235 untuk dikembangkan menjadi bom atom yaitu bom baru yang maha dahsyat dan mempunyai kekuatan berjuta-juta kali lipat disbanding bahan peledak konvensional, seperti TNT atau dinamit. Karena bom tersebut dapat menghancurkan sebuah kota hanya dengan hitungan detik saja.
Amerika Serikat segera membangun Mega-proyek rahasia yang bersandi Manhattan – Project. Mega-proyek ini dapat bantuan dari Canada dan Inggris.
............................


B. Pengaruh Perkembangan Teknologi Persenjataan terhadap Perang Dingin
1. Persaingan semakin Meluas.
2. Peredaan Ketegangan
3. Pasca Perang Dingin
4. Proliferasi

PERANG DINGIN

BAB IV. BERAKHIRNYA PERAG DINGIN DAN PERKEMBANGAN MUTAKHIR DUNIA

Pada akhir abad ke-20 dunia mengalami banyak perubahan. Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi melahirkan keterbukaanyang besar dan batas antar negara semakin menjadi semu (globalisasi). Hal ini berakibat adanya ketergantungan antara satu bangsa / negara terhadap bangsa/ negara lain semakin terasa.
Sistem perdagangan, keuangan, dan hubungan antar bangsa memasuki masa yang kritis dan memerlukan pembenahan berbagai bidang secara serius. Indonesia dalam menghadapi era Globalisasi ini harus mempersiapkan diri secara baik dan waspada, agar tidak tidak ingin tertinggal dari bangsa lain.
Semua peristiwa yang aktual menjadi kewajiban kita bersama untuk disimak demi selalu mengetahui perkembangan dunia. Antara lain masalah berakhirnya Perang Dingin dan proses globalisasi setelah Perang Dingin berakhir.

A. Berakhirnya Perang Dingin
Perang Dingin telah berlangsung selama 45 tahun lebih yang melibatkan USA dan sekutunya Blok Barat melawan USSR dan sekutunya Blok Timur, sehingga kedua negara Adikuasa berlomba-lomba untuk mempengaruhi dunia dan menjadi Peminpin Dunia dengan menyiapkan persenjataan yang mutakhir, hal ini tentu sangat menimbulkan kemungkinan meletusnya Perang Dunia III yang sangat dahsyat dan akan menghancurkan dunia ini.
Perang Dingin antara Blok Barat dan Blok Timur yang semakin memanas menyebabkan kesadaran antara USA dan USSR untuk mengurangi ketegangan dengan mengadakan Perundingan. Perundingan tersebut antara lain:
1. Perjanjian non Proliferasi Nuklir (Non-Proliferation Teaty) tahun 1968 antara USA, USSR, dan Inggris. Hasil dari perjanjian ini adalah kesepakatan untuk tidak menjual senjata nukliratau memberikan informasi tentang persenjataan nuklir kepada negara-negara yang tidak mengembangkan senjata nuklir.
2. SALT (Strategic Arm Limitation Talks): Perundingan Pembatasan Persenjataan Strategis.
SALT I berlansung di Helsinki, Finlandia (17 November 1969) Hasilnya ditandatangani oleh Presiden Richard Nixon (USA) dan Leonid Brezhnev (USSR).
SALT II dilangsungkan di Jenewa, Swiss (November 1972) Hasilnya ditandatangani oleh Presiden Jimmy Carter (USA) dan Pemimpin USSR, Leonid Brezhnev pada tanggal 18 Juni 1979 di Wina, Austria.
START (Strategic Arms Reduction Treaty), Perjanjian pengurangan senjata-senjata strategis antara USA dan USSR. Hasil perjanjian ini adalah: Pemusnahan nuklir dengan daya luncur berjarak menengah.
Perundingan kesepakatan pengurangan senjata nuklir juga berkembang ke negara atau wilayah lain.
Di Bangkok pada bulan Desember 1995 ditandatangani Southeast Asia Nuclear Weapons Free Zone oleh beberapa negara Asia Tenggara. Kesepakatan tentang wilayah yang bebas dari nuklir.
Penandatanganan lain juga terjadi di Eropa dan Afrika sebagai bentuk realisasi dari penghentian Perang Dingin di dunia.

3. Sampai Tahun 1980 Uni Soviet membelanjakan 11% GNP-nya untuk kepentingan militer yang banyak diambil dari keuntungan ekspor minyak. Tapi setelah tahun 1980 Uni Soviet tak mampu lagi membiayai Perang Dingin dari ekpor minyak, sehingga mulai mengurangi kekuatan senjata mereka di Eropa Timur. Tahun 1989 Uni Soviet menarik tentaranya dari Afghanistan. Akhirnya rezim komunis mulai runtuh di Eropa Timur.

4. Tahun 1991 Uni Suviet bubar, Rusia dan negara-negara bagian Uni Soviet yang lain menjadi negara yang merdeka. Runtuhnya Uni Soviet (USSR) di Eropa Timur inilah mengakhiri Perang Dingin yang berlangsung selama kurang lebih empat puluh lima tahun (45 tahun).


B. Perkembangan Mutakhir Dunia
Berbagai peristiwa mutakhir yang terjadi di dunia , antara lain sebagai berikut:

1. Philipina
a. Pertentangan antara Presiden Ferdinand Marcos dan Benigno Aquino
Pemerintahan dan tindakan-tindakan Persiden Marcos banyak mendapat kritikan keras dari Benigno Aquino tokoh Partai Lakas Ng Bayan (artinya people power) yang bertentangan denga Demokrasi Philipina, karena Marcos memerintah secara totalitarian.
Tahun 1967 Aquino kembali mengkritik Marcos mengadakan kecurangan dalam pemilihan presiden.
Tahun 1973 dalam pemilihan presiden berikutnya Marcos mulai melakukan tekanan pada Aquino yang telah menjadi Senator dengan menuduh Aquino sebagai subversi ke pengadilan militer. Upaya ini tidak berhasil, bahkan tahun 1978 Aquino ikut dalam pemilihan untuk anggota Parlemen.
Tahun 1983 Aquino kembali ke Philipina setelah 3 tahun menetap di Amerika Serikat untuk berobat. Walau Marcos menyatakan tidak menjamin keselamatannya, Aquino bersikeras kembali ke Philipina, tetapi ketika turun dari tangga pesawat yang mendarat di Manila Aquino tewas ditembak.
Perjuangan Aquino dilanjutkan oleh istrinya Corazon Aquino yang lebih dikenal sebagai Qory Aquino, ia mulai mendapat banyak simpati dan menempatkan dirinya menjadi pemimpin oposisi yang harus diperhitungkan oleh Marcos.
Tahun 1986 dalam Pemilihan Umum Qory Aquino dinyatakan menang dalam Pemilu oleh Komisi Pemilihan Independen, tetapi Komisi Pemilihan dari Pemerintah menyatakan Kemenangan dari Marcos. Perbedaan itu menimbulkan tuduhan bahwa Marcos melakukan kecurangan dan akhirnya tuduhan itu dikuatkan oleh pernyataan / kesimpulan dari Richard Lugar, ketua tim pengamat dari Amerika Serikat, bahwa Marcos secara sistematis telah memanipulasi hasil penghitungan suara.

b. People Power
Walau hasil penghitungan diragukan, parlemen mengumumkan Marcos sebagai pemenang, akibatnya rakyat marah dan 2,5 juta penduduk datang ke Manila untuk mengajukan petisi agar Qory Aquino menjadi Presiden Philipina shari setelah pengumaman parlemen.
Qory menyambut baik kehendak rakyat dan mengumumkan dirinya menjadi Presiden dan Salvador Laurel sebagai Wakil Presiden.
Qory juga mendapat dukungan dari tokoh politik, agama dan militer, yaitu:
 Menteri Pertahanan : Juan Ponce Enrile
 Pemimpin Gereja Katolik: Kardinal Sin
 Panglima Angkatan Bersenjata: Letnan Jendral Fidel Ramos
 Dukungan dari para perwira muda dipimpin oleh : Kolonel Gregorio Honasan.
Tanggal 22-25 Februari 1986 diadakan Revolusi Damai setelah rakyat Philipina melakukan gerakan massa untuk menggulingkan Marcos. Akhirnya tanggal 25 Februari 1986, secara resmi Cory Aquino dilantik menjadi Presiden Philipina untuk masa jabatan 6 tahun. Kedudukan presiden Corazon Aquino benar-benar sah karena mendapat dukungan dari rakyat Philipina.


2. Runtuhnya Uni Soviet (USSR)
Revolusi Bolshevik pimpinan Lenin melahirkan negara Uni Soviet dan menjadikan Komunisme sebagai ideologi satu-satunya. Tahun 1920 Lenin mengumandangkan Komintern Pact ( Pacta Komunisme Internasional) sehingga komunis tidak hanya di Uni Soviet saja, tetapi juga berkembang di seluruh dunia.
a. Program Pembaharuan Gorbachev
Tanggal 11 Maret 1985 Mikhail Gorbachev terpilih menjadi Sekretaris Jendrak Komunis dan Presiden Uni Soviet, kemudian ia harus menghadapi kemacetan ekonomi warisan pendahulunya. Maka ia mencoba melakukan pembaharuan di bidang politk dan ekonomi melalui :
 Glasnost : Keterbukaan
 Perestroika: Restrukturisasi
 Democratizatsia: Demokratisasi
 Melalui Glasnost dan perestroika, Gorbachev mempunya maksud menanmpilkan Komunisme Uni Soviet dalam bentu baru, tetapi program ini mendapatkan masalah yang serius di dalam negerinya.
Tanggal 19 Agustus 1991 terjadi percobaan Kudeta dengan dalih Gorbachev kurang sehat oleh oleh Wakil Presiden Genadi Yenayev yang didampingi oleh kelompok komunis garis keras:
 Menteri Pertahanan: Marsekal Dimitri Yazov
 Kepala KGB: Jendral Vladimir Kruckhov
 Menteri Dalam Negeri: Boris Pugo
 Tindakan pengambilalihan kekuasaan ini mendapat tentangan keras dari rakyat di bawah pimpinan Presiden Republik Rusia : Boris Yeltsin. Kudeta ini akhirnya berhasil digagalkan.

b. Pembubaran Uni Soviet
Setelah menjadi Presiden kembali, Gorbachev melepaskan jabatannya sebagai Sekretaris Jendral Partai Komunis dan memerintahkan pembekuan segala aktivitas Partai Komunis dan penyitaan semua kekayaan partai. Sementara negara bagian, kecuali Rusia dan Kazhaksthan, mengumumkan kemerdekaannya.
Tanggal 5 September 1991 diadakan Konggres wakil Rakyat untuk membicarakan pembubaran pemerintahan pusat warisan Lenin. 5 negara bagian tidak ambil bagian dalam sidang tersebut, yaitu: Lithuania, Estonia, Latvia, Georgia, dan Moldova. Sementara Lithuania, Estonia, dan Latvia telah mendapatkan kemerdekaannya dari Uni Soviet tanggal 6 September 1991. Georgia dan Moldova menolak mengikuti perundingan karena sedang memperjuangkan pemerintahan sementara di wilayah masing-masing.
Konggres tersebut sepakat membentuk Uni negara yang berdaulat, namun kesepakatan tidak berlaku karena keutuhan Uni Soviet tidak bisa dipertahankan lagi.
Desember 1991, Gobachev semakin tidak mampu mengatasi perpecahan Uni Soviet. Akhirnya pada tanggal 18 Desember 1991, Mikhail Gorbachev dan Boris Yeltsin sepakat membubarkan Uni Soviet dan membentuk persemakmuran negara-negara merdeka bernama CIS (Commonwealth of Independent States).
Kronologi runtuhnya Uni Soviet atau USSR :


No Periode Peristiwa Penjelasan
1. 1986 Kebijakan baru Glasnost, Perestroika, dan Democratizatsia USSR memuka diri bagi kemajuan ekonomi dan politik
2. 25 Mei 1989 Gorbachev menjadi Presiden USSR dan terpilih sebagai ketua tertinggi.
3. 5-7 Februari 1990 Pengesahan program Multi Partai komisi Sentral mendukung dilaksanakannya multi partai di USSR
4. 23 Februari 1990 Estonia menghapus peran Partai Komunis. Dewan Soviet Esatonia menghapus kewenangan tunggal Partai Komunis dalam politik di Estonia
5. 11 Maret 1990 Lithuania merdeka. Pemimpin tertinggi Lithuania menyatakan kemerdekaan.
6. 13 Maret 1990 Monopoli Komunis dihapus. Konggres perwakilan rakyat memutuskan untuk menghapus monopoli partai komunis.
7. 12-13 Juni 1990 Rusia, Moldova, Usbekistan memproklamirkan kemerdekaan. Tiga anggota resmi mundur dan menjadi negara yang independent.
8. 1 Oktober 1990 Hak beragama dijamin. Pemerintah USSR menjamin kebebasan beragama bagi asyarakatnya secara bebas dan aman
9. 21 Desember 1991 Beberapa negara uni merdeka dari USSR Uzbekistan, Moldova, Kazakhstan, Tajikistan, Armenia, Kirzigistan, dan Turmenistan mengadakan pertemuan di Kazakhtan untuk mendirikan CIS.
10. 25 Desember 1992 Mikhail . Gorbachev mundur. Mundurnya Gorbachev dari jabatan Presiden menandakan keruntuhan USSR.


3. Jerman Bersatu
Runtuhnya Komunis di Eropa Timur menjadi salah satu sebab runtuhnya tembok Berlin dan penyatuan kembali Jerman. Rakyat Jerman Timur mulai bangkit untuk memperbaiki hidupnya yang selama ini hancur.

Tembok Berlin ( Die Berliner Mauer) didirikan tanggal 13 Agustus 1961 merupakan simbol utama dan pertama Perang Dingin. Tembok ini memisahkan Berlin Barat yang Berhaluan demokrasi dengan Berlin Timur yang berhaluan komunis. Permisahan kota Berlin inilah yang mnjadi intrik-intrik Perang Dingin. Akhirnya tembok inii dirobohkan tanggal 9 November 1989 dan menandai reunifikasi Jerman.

a. Latar Belakang
b. Menuju Jerman bersatu
c. Proses Jerman bersatu

4. Masalah Kamboja
5. Perang Teluk
6. Upaya Perdamaian di Timur Tengah
7. Masalah Apharteid di Afrika Selatan
8. Perkembangan di Bekas negara Yugoslavia

C. Proses Glabalisasi setelah Perang Dingin
a. Globalisasi Ekonomi
b. Globalisasi Politik
c. Globalisasi Kebudayaan
A. Perkembangan politik dan ekonomi pada masa Perang Dingin ( Cold War )

Pasca Perang Dunia II antara Amerika Serikat (USA) dan Uni Soviet (USSR) saling berebut pengaruh, sehingga lahirlah apa yang dinamakan Perang Dingin ( karena tidak ada perang langsung kontak senjata antara kedua negara tersebut, tetapi semacam psy war untuk beradu/bersaing dalam kekuatan dan teknologi saling berusaha mengalahkan).
Faktor penyebab Perang Dingin yang Utama adalah:
1. Perbedaan pahan Demokratis Kapitalis Amerika Serikat yang bertentangan dengan paham Sosialis-Komunis dari Uni Soviet.
2. Perebutan pengaruh di bidang politik, ekonomi, militer ataupun ruang angkasa.

Akibat dari Perang dingin, timbulah 2 Blok, yaitu Blok Barat (Sekutu USA) dan Blok Timur (Sekutu USSR). Hal ini menimbulkan korban konflik dalam beberapa negara yang akhirnya terpecah menjadi 2 (dua) bagian, seperti:
a. Korea : Perang Korea 1950-1953
b. Vietnam : Perang Vietnam 1952-1975
c. Jerman terbagi menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur
d. Cina: Terpecah menjadi Cina Nasionalis dan Cina Komunis
e. Krisis Cuba (Kuba) menjadi negara Sosialis-Komunis

Dalam rangka Perang Dingin tersebut antar pihak mencoba menggalang dan membentuk Pakta (Pact) Pertahanan bersama, seperti:
a. SEATO: South East Asia Treaty Organization -> Berdiri tahun 1954 akibat terjadinya Krisis di Indo-China. Tujuannya: Membendung bahaya Komunis di asia Tenggara.
Anggota : ………….
b. ANZUS : Organisasi Pakta Pertahanan antara Australia, New Zealand, dan United State of America. Tujuan: Menghadapi bahaya ekspansi komunisme ke asia Tenggara dan Pasific.
c. NATO : North Atlantic Treaty Organization -> Berdiri tahun 1949 akibat dari meningkatnya Perang Dingin dan Krisis Berlin. Tujuan : Menghadapi ancaman bahaya Komunis di Eropa.
Anggota : …………….
d. Pakta Warsawa : Kelompok Kerjasama Pakta Pertahanan Negara-negara Komunis di Eropa Timur. Dibentuk tahun 1949 sebagai imbangan terbentuknya NATO.
Anggota : ..........................
e. CENTRO : Central Treaty Organization -> Pakta Pertahanan di Timur Tengah. Berdiri tahun 1955 dengan tujuan : membendung bahaya Komunis.
Anggota : Turki, Iran, Irak, Pakistan, Inggris, dan USA.

Usaha Detente (Persahatan) antar negara yang bertikai terus diusahakan, maka tahun 1970 Keepakatan Detente terjadi dengan imbangan kekuatan antara : USA, USSR, RRC, dan Jepang.

B. Peristiwa Penting menjelang dan sesudah berakhirnya Perang Dingin

1. Upaya Perdamaian di Timur Tengah
a. Latar Belakang :
• Tahun 64 M seluruh wilayah Syria dan Palestina dirampas oleh pasukan Romawi.
• Di Timur Tengah muncul dan berkembang agama Kristen.
• Zionisme bangsa Yahudi / Israel yang menganggap Palestina sebagai Tanah Airnya -> Zion = dari kata Bukit Zion sebagai Lambang tanah Palestina bagi orang Yahudi.
• Perang Dunia I (1917) Eropa Timur mengalami Revolusi Komunis, sehingga banyak orang Yahudi (terutama pengusaha Bank) melarikan diri ke Palestina. Bahkan menteri Luar Negeri Inggris, Arthur James Balfour, menyatakan simpatinya terhadap gerakan Zionisme dan menyetujui diadakan : ” A National Home for the Jewish Peoples ” (Suatu negeri bagi orang Yahudi) tanpa merugikan semua pihak atau kepentingan orang Arab Palestina.
• Para Imigran Yahudi ini semakin banyak ketika dalam Perang Dunia II, Hitler bersama Naziisme-nya membantai orang Yahudi yang berada di Jerman dan daerah yang dikuasai oleh Jerman.

b. Bentrokan Arab – Yahudi
Zionisme menyebabkan orang Arab banyak kehilangan tanah dan mata pencahariannya, karena banyak dikuasai oleh orang Yahudi yang punya kecerdikan/integensi tinggi dan usahanya yang gigih. Sehingga terjadi bentrokan antar kedua bangsa tersebut. Tanggal 15 Mei 1948 Inggris menyetujui terbentuknya negara Israel dan mulai diakui oleh dunia.

c. Perang Arab – Israel
Krisis Timur Tengah melibatkan negara USA dan USSR. USA membantu Israel, bangsa Arab dan gerilyawan PLO didukung oleh USSR.
 5 Juni 1967 Israel menyerang Mesir, Syria, Yordania dan selama 6 hari Israel dapat menduduki Tepi Barat Sungai Yordan termasuk Yeruzalem, Sinai sampai Tepi Timur Terusan Suez.
 Oktober1973 Israel berhasil menembus sampai Kairo.
 November 1977 Anwar Saddat dari Mesir (RPA) mencoba menempuh jalan damai dengan Israel.
 September 1978 diselenggarakan Camp David (USA) antara Anwar Saddat (Mesir) dan PM. Menachem Begin dengan Jimmy Carter Presiden USA sebagai perantara.
 Camp David berhasil mencapai perdamaian di Timur Tengah, tetapi hari depan Palestina belum tercapai kesepakatan menjadi negara Merdeka (sampai sekarang).

d. Berbagai Upaya Perdamaian
Perdamaian antara Israel versus bangsa Arab antara lain:
 Pengosongan oleh Israel atas daerah strategis Jazirah Sinai, Jalur Gaza, dan Dataran Tinggi Golan.
 Pelaksanaan otonomi atau Pemerintahan sendiri rakyat Arab Palestina di Tepi Barat Sungai Yordan.

e. Gerakan Intifada di al’ Aqsa
Tahun 1987 timbul Gerakan perlawanan rakyat Palestina yang terkenal dengan Gerakan ” Intifada al’ Aqsa ”. Gerakan ini berupa :
 Aksi pelemparan batu atau telur busuk
 Boikot
 Bom bunuh diri
 Kelompok ini sering dimanfaatkan oleh garis keras sebagai Mesin Perang untuk melawan Israel.

2. Gerakan Kekuatan Rakyat di Philipina
Ferdinad Marcos (presiden) 1956-1986, merupakan presiden yang korup dan otoriter, sehingga menimbulkan perlawanan dari rakyatnya, Marcos dianggap sebagai presiden yang terlalu hidup Boros, Korupsi, Mewah, Nepotisme, dan salah urus ekonomi negaranya.
Tanggal 21 Agustus 1986 ketika Benigno Aquino kembali ke Philipina dari pengungsiannya di USA, namun sesampainya di Bandara Manila ditembak mati oleh seseorang yang diduga seorang suruhan Marcos cs. Kemudian Ny. Corazon Aquino (Terkenal dengan sebutan Qory Aquino) mengajak rakyat Philipina untuk melawan pemerintahan Marcos.
Dalam Pemilu untuk pemilihan presiden , Ny. Qory menang dan menjabat presiden Philipina sampai tahun ...........dan pada Pemilu presiden berikutnya Ny Qory tidak bersedia lagi dicalonkan jadi Presiden.

Jelaskan Peristiwa-peristiwa di bawah ini :

3. Perang Teluk
4. Konflik Afganistan
5. Politik Apatheid di afrika Selatan
6. Konflik Kamboja
7. Runtuhnya Uni Soviet (USSR)
 Lenin 1917 -1924
 Stalin 1924-1953
 Khrushchev 1954-1964
 Brezhnev 1964-1984
 Andropov 1985
 Chernenko 1985
 Mikhail Gorbachev

8. Jerman Bersatu
9. Kemelut Yugosslavia
10. Gerakan Nasionalisme di Eropa Timur dan Asia Tengah
 Revolusi Hongaria 1956
 Revolusi Hongaria 1989
 Gerakan pembaharuan Cekoslovakia 1986
 Revolusi Beludru di Cekoslovakia 1989
 Gerakan Nasionalisme di Polandia
 Gerakan Kemerdekaan negara-negara Baltik
 Gerakan Kemerdekaan di Armenia, Georgia, dan Cechnya
 Gerakan Nasionalisme di Asia Tengah

11. Masalah Timor Timur dan Indonesia

AWAL KEHIDUPAN MANUSIA

BAB IV KEHIDUPAN AWAL MANUSIA INDONESIA

1. PEMBAGIAN ZAMAN PRASEJARAH BERDASARKAN GEOLOGIS
Dalam mempelajari geografi, kita mengenal teori “Big Bang” atau “Nebula”, kedua teori tersebut memperkirakan terjadinya pembentukan alam raya dan bumi.
Dalam sejarah perkembangan bumi, dapat dibagi menjadi 4 (empat) zaman:

a. Zaman Arkhaikum (kurang lebih 2500 juta tahun)
Masa ini kulit bumi masih membara atau panas , karena bumi masih dalam pembentukan. Diperkirakan belum ada tanda-tanda kehidupan di muka bumi. Karena masih dalam proses bumi menjadi padat dari materi debu atau hasil pecahan ledakan yang masih panas.

b. Zaman Palaeozoikum (kurang lebih berumur 340 juta tahun)
Permukaan bumi mulai berangsur-angsur dingin dan diperkirakan telah muncul tanda-tanda kehidupan. Makhluk hidup bersel satu yang disebut “Microorganisme” sebagai nenek moyang makhluk-makhluk bersel satu zaman sekarang. Beberapa jenis binatang bertulang belakang mulai ada, tetapi jumlahnya masih sedikit, antara lain: beberapa jenis ikan, amphibi, dan reptile (binatang melata).

c. Zaman Messozoikum (kurang lebih 150 -140 juta tahun)
Kehidupan sudah semakin beragam. Ikan, amphibi, dan reptil sudah semakin banyak jenisnya. Diperkirakan jenis burung mulai muncul. Zaman ini dikuasai oleh binatang besar besar yang diberi nama Dinosaurus ( Dienos = mengerikan, Saura = reptile ), seperti : Atlantosaurus, Stegosaurus, Tyranosaurus, dan sebagainya.

d. Zaman Neozoikum / Kainozoikum (kurang lebih 60 juta tahun)
Zaman ini terbagi menjadi dua era, yaitu:
• Era Tersier, binatang menyusui mulai muncul, seperti jenis kera dan monyet mulai berkembang pesat.
• Era Kuarter, yang terbagi menjadi dua kala:
1). Kala Pleistoceen (Zaman Dilluvium)  600.000 tahun
Zaman ini Es kutub Utara mencair maka zaman ini sering disebut juga zaman es atau zaman glacial.. iklim masih selalu berubah-ubah, maka permukaan air laut kadang naik dan kadang turun.

2). Kala Holoceen (Zaman Alluvium)  20.000 tahun
Zaman ini mulai muncul awal kehidupan manusia, yaitu species “Homo Sapiens”, di Indonesia muncul Homo Wajakensis.
Waktu Es Kutub belum mencair, pulau-pulau Indonesia bagian Barat bersatu dengan Benua Asia, sedangkan pulau-pulau Indonesia Bagian Timur bersatu dengan Australia. Setelah Es Kutub mencair dan terbentuklah pulau-pulau di Indonesia. Laut yang terbentuk di Indonesia bagian Barat disebut Paparan Sunda dan di Indonesia bagian Timur dasar lautannya disebut Paparan Sahul.

2. PEMBAGIAN ZAMAN PRASEJARAH BERDASARKAN KEBUDAYAAN MANUSIA

Pembagian Zaman ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu:

1. Zaman Batu
2. Zaman Logam

Ad 1. Zaman Batu

Zaman Ciri Kehidupan Hasil Kebudayaan Pendukung Kebudayaan / Manusianya
1. Palaeolithikum • Alat-alat masih kasar
• berburu, meramu makanan, menangkap ikan (food gathering)
• berpindah-pindah, mengembara (nomaden)
• penemuan api
• Kebudayaan Pacitan

- Chopper (kapak penetak) / kapak genggam
- Kapak perimbas

• Kebudayaan Ngandong



- alat-alat dari tulang (bone culture) dan tanduk rusa (alat penusuk), kapak genggam, pengorek tanah, tombak bergerigi
- Flakes/ serpih belah (terbuat dari batu indah=chalsedon)
- Lukisan di gua ( tapak tangan berwarna merah dan babi hutan)
- Pithecanthropus Erectus (di lapisan Trinil Mojokerto)








- Homo Soloensis
- Homo Wajakensis









Ditemukan di gua Leang2 Pattae (Sulawesi Selatan)


2. Messolithikum
• Hidup semi sedenter (mulai menetap di gua-gua)
• Pengembangan dari alat-alat zaman palaeolithikum
• Mulai bercocok tanam secara sederhana • Kebudayan Pebble:
- Kjokkenmoddinger (Dapur sampah manusia prasejarah) = pebble / kapak sumatera / sumateralith
- Hache courte ( kapak
• Kebudayaan Tulang (Bone Culture):
- Banyak ditemukan peninggalan alat-alat tulang

• Kebudayaan Flakes:
- Abris Sous
Roche (gua tempat tinggal manusia prasejarah)
- Kebudayaan Toala, berupa: Flakes dan Pebbles.
- Flakes dan ujung panah yang terbuat dari batu indah (Jaipis dan Chalsedon)
• Kebudayaan Bac-Son dan Hoa-Bihn
- Kebudayaan pebbles dan perunggu

• Kebudayaan Bandung:
- Kebudayaan Flakes ( Microlith)
- Tembikar dan perunggu
- - Termasuk golongan Papua Melanesoide
- Banyak ditemukan di pantai timur Sumatera







- Papua Melanesoide
























- Teluk Tonkin, Yunan Selatan





3. Neolithikum • Terjadi revolusi besar dari Food Gathering menjadi Food Producing (Bercocok tanam).

• Sedenter (Tinggal menetap)
• Alat-alat sudah halus • Kapak (beliung ) Persegi
• Kapak bahu (minahasa)
• Kapak lonjong
• Alat-alat perhiasan
• Tembikar
• Pakaian tenun - Proto Melayu
- Masuk ke Indonesian sekitar 2000 tahun SM.
- Dayak, Sasak, Nias, Toraja.
4. Megalithikum • Membuat kebudayaan dari batu-batu besar
• Mulai mengenal Sistem Kepercayaan (Animisme)
• Berkembang sejak zaman Messolithikum sampai zaman perunggu • Menhir (tugu batu untuk pemujaan)
• Dolmen (meja batu untuk persembahan)
• Sarkopagus (peti mati)
• Waruga (Kubur batu berbentuk kubus atau bulat)
• Punden berundak
• Peti Kubur Batu
• Arca-arca / Patung


Ad) 2. Zaman Logam

Sering kali zaman ini terbagi menjadi :
a. Zaman Tembaga
b. Zaman Perunggu
c. Zaman Besi

• Zaman tembaga inilah manusia pertama kali mengenal logam, tetapi di Indonesia peralatan dari tembaga tidak ditemukan dan peralatan ini berkembang di Malaysia, Thailand, Kambodja dan Vietnam.

• Zaman Perunggu peralatan ini dikenal luas di seluruh kawasan Asia. Perunggu merupakan penguasaan teknologi campuran antara tembaga dan timah. Zaman ini sering disebut zaman perundagian, sebab manusia telah mengenal ketrampilan pertukangan yang awalnya membuat sebuah kapak perunggu, kemudian tombak besar menyerupai kapak dengan hiasan-hiasan yang diperkirakan untuk upacara keagamaan. Pada masa ini teknik bersawah semakin maju dan tidak tergantung pada curah hujan, tetapi mereka sudah mengenal sistem irigasi yang sederhana.


Zaman perunggu di Indonesia ditandai dengan adanya penemuan-penemuan peralatan seperti:
- Nekara
- Moko
- Kapak corong
- Kapak
- Candrasa
- Arca / patung
- Perhiasan
- Persenjataan
- Bejana air


Nekara perunggu di Indonesia banyak ditemukan di Bali, Sembawa, Rote, Leti, Selayar, Alor, Kei, Papua, Sumatera, dan Jawa. Ukuran nekara sanat bervariasi. Nekara kecil yang disebut ”Moko” ditemukan di Pulau Alor. Sedangkan di Pulau Selayar ditemukan Nekara yang terbesar di seluruh Asia Tenggara dengan hiasan garis-garis geometris, tumbuh-tumbuhan, dan gambar hewan.

Kebudayaan Perunggu diperkirakan berasal dari kebudayaan Dong Son, Vietnam. Penafsiran ini berdasarkan peralatan perunggu yang ditemukan di Dong Son identik yang tersebar di Asia Tenggara dan ini sangat berbeda dengan kebudayaan Cina apabila di bandingkan dengan mata uang dan nekara Cina dari Dinasti Han sama sekali tidak ada kesamaan atau tidak identik dengan kebudayaan Dong Son.

• Zaman Besi ditandai dengan kepandaian manusia dapat melebur bijih besi.
Kebudayaan ini jarang ditemukan di Indonesia, ada kemungkinan peralatan dari besi hanya digunakan sebagai benda untuk persembahan di alam kubur. Yang berupa: mata kapak, pisau, sabit, ujung tombak dan gelang atau perhiasan. Teknik pembuatan peralatan dari besi lebih maju dibangdingkan dengan teknik pembuatan peralatan pada zaman tembaga dan perunggu.

Kebudayaan Logam di Indonesia didukung atau dipengaruhi oleh Kebudayaan Dong Son dan kebudayaan Sa Huyhn.









Manusia Purba Indonesia

Lapisan Tanah Jenis manusia Tokoh Penemu / Peneliti Tempat&tahun penelitian Keterangan
Pleistoceen Bawah (Lapisan Jetis) Meganthropus Palaeojavanicus




Pithicanthropus Mojokertensis

Pithecanthropus Robustus GHR. Von Koenigswald




GHR. Von Koenigswald

GHR. Von Koenigswald Sangiran, lembah Bengawan Solo (1941)


Mojokerto (1936)

Trinil (1939) - Fosil paling tua dan primitif
- Badan tegap dengan rahang yang kuat

Jenis pithecanthropus yang tertua volume otaknya berkisar anatara 750 – 1300 cc.
Pleistoceen Tengah (Lapisan Trinil) Pithecanthropus Erectus Eugene Dubois Trinil, Lembah Bengawan Solo (1890) - Fosil yang ditemukan berups geraham, tengkorak dan tulang paha (femur) secara terpisah.
- Mampu beralan tegak.
Pleistoceen Atas (Lapisan Ngandong) Homo Soloensis




Homo Wajakensis Von Koenigswald dan F. Wiedenrich


Von Rietschoten lalu diteliti oleh Eugene Dubois Ngandong dan Lembah Bengawan Solo (1911-1934)


Daerah Wajak, Tulung Agung (1989) - Dahi menonjol
- Berat 30-150 kg
- Tinggi 130-210 cm
- Muka dan hidung lebar
Holoceen Homo Sapiens Von Rietschoten Sebagai manusia yang sudah berpikir cerdas



Fosil di Asia yang hidup sezaman dengan fosil Pithecanthropus Erectus di Indonesia adalah Sinanthropus Pekinensis yang ditemukan di gua Chaoukoutien, Cina. Volume otaknya sedikit lebih besar, tetapi benda-benda budayanya memiliki persamaan.

Perbandingan volume otak Fosil:
1. Pithecanthropus : 900 cc
2. Meganthropus : 1000 cc
3. Homo Sapiens : 1200 cc
4. Homo Soloensis : 1250 cc
5. Homo Wajakensis : 1630 cc

Fosil-fosil di dunia:
1. di Afrika : Homo Rhodensiensis = ditemukan di gua Broken Hill , Rhodesia.
2. di Perancis : Homo Sapiens bassilus ( manusia sekarang)
3. di Jerman : Hiedelbergensis dan Neandherthalensis (ditemukan di Hiedelberg dan Neanderthal).
4. di Inggris : Eoabtthropus dowson atau Piltdown (Homo sapiens)

Kamis, 18 Maret 2010

gunung di Indonesia

GUNUNG DI INDONESIA

Berbicara masalah gunung, kita kan terbayang akan ketinggian, udara yang sejuk atau dingin, pendakian, letusan, gempa, dan sebagainya. Sering kita baca di berbagai media massa, Indonesia kaya dengan gunung baik yang masih aktif, baru tidur atau yang sudah mati. Tapi dari beberapa pengamatan dari beberapa gunung yang dahulu dikira mati, sekarang sudah mulai mengepulkan asap atau malahan memunculkan kawah, seperti gunung Merbabu dan Lawu di Jawa Tengah. Maka ada beberapa orang atau pakar yang berpendapat, bahwa Indonesia ada dalam bayang-bayang bencana alam letusan gunung berapi, karena mempunyai banyak sekali gunung berapi di berbagai kepulauan Indonesia.
Walau Indonesia berada di daerah katulistiwa tetapi memiliki gunung yang bersalju, yaitu pegunungan Jaya Wijaya di Papua. Ini merupakan daya tarik tersendiri, seperti halnya dengan gunung Kilimanjaro di Afrika.

Bila kita urutkan 10 besar ketinggian gunung di Indonesia adalah sebagai berikut:
1. Puncak Jaya : 5030 meter (Papua)
2. Puncak Trikora : 4750 meter (Papua)
3. Puncak Mandala : 4700 meter (Papua)
4. Puncak Yamin : 4595 meter (Papua)
5. Gunung Angemuk : 3950 meter (Papua)
6. Gunung Kerinci : 3805 meter (Jambi)
7. Gunung Rinjani : 3726 meter (Sumbawa, NTB.)
8. Gunung Semeru : 3676 meter (Jawa Timur)
9. Gunung Slamet : 3428 meter (Jawa Tengah)
10. Gunung Sumbing : 3371 meter (Jawa Tengah)
Kita membayangkan dan membandingkan dengan gunung-gunung tertinggi di dunia yang seringkali menjadi tantangan para pendaki untuk menapakkan kakinya di puncak gunung tersebut, terutama Mount Everest yang tingginya mencapai 8880 meter.

Bagi para pendaki atau pecinta alam di Indonesia mempunyai banyak pilihan untuk menapakkan kakinya di puncak-puncak gunung yang tinggi dan tingginya lebih dari 3000 meter di Indonesia, di bawah ini dapat kita paparkan:
1. Gunung Arjuna : 3339 meter (Jawa Timur)
2. Gunung Raung : 3332 meter (Jawa Timur)
3. Gunung Lawu : 3262 meter (Jawa Tengah)
4. Gunung Dempo : 3159 meter (Sumatera Selatan)
5. Gunung Welirang : 3156 meter (Jawa Timur)
6. Gunung Leuser : 3149 meter (NAD, Nanggroe Aceh Darrussalam)
7. Gunung Merbabu : 3142 meter (Jawa Tengah)
8. Gunung Agung : 3142 meter (Bali)
9. Gunung Argopuro : 3088 meter (Jawa Timur)
10. Gunung Ciremey : 3078 meter (Jawa Barat)
11. Gunung Pangrango : 3019 meter (Jawa Barat)
12. Gunung Binaiya : 3019 meter (Ambon, Maluku Selatan)
13. Gunung Kwoka : 3000 meter (Irian Jaya Barat)
Ketinggian gunung bukan menjadi salah satu faktor tingkat kesulitan dalam pendakian, tetapi masih banyak faktor-faktor lainnya seperti: Tekstur gunung, kondisi alam, dan faktor lain yang sering tidak dapat kita duga ataupun kita tangkap secara rasional. Bagi pecinta alam yang ingin mendaki gunung sebaiknya mempersiapkan diri yang baik sesuai dengan standar pendakian dan pengetahuan tentang gunung tersebut dan kalau perlu mengikutsertakan pemandu yang mengerti seluk beluk dari gunung tersebut.

Bagi penikmat alam dan pecinta alam pemula dapat melakukan pendakian dengan santai sambil menikmati alam dan dinginnya suhu di gunung dengan mempersiapkan diri, baik fisik maupun perlengkapan dan perbekalannya. Sekarang banyak dijual ransel, tenda dan perlengkapan lainnya yang ringan dan praktis untuk suatu pendakian gunung di toko-toko khusus perlengkapan mendaki gunung. Dalam perjalanan menuju puncak di malam hari perlu dinikmati sejuk atau dinginnya suhu yang kadang sangat menggigit dan dalam perjalanan yang diwarnai napas memburu serta hidung keluar air dingin seperti orang flu. Ini patut dinikmati betapa kecilnya kita di atas sebuah gunung dan dapat sebagai bahan renungan atau refleksi diri kita yang seringkali sombong, angkuh, dan arogan merasakan kelebihan diri sendiri dari orang lain, tetapi di alam pegunungan kita ini bukan apa-apa. Bila kita beruntung dan udara cerah, maka akan kita nikmati bintang-bintang yang indah bertaburan di atas langit, juga kerlap-kerlip lampu desa atau kota di kejauhan yang ada disekitar pegunungan. Belum lagi suara simponi alam yang bergitu merdu dan mempesona, baik lewat desiran angin, gesekan alam, maupun suara unggas yang dapat menyusup dalam relung kalbu kita bila kita nikmati secara hening. Andai kita sudah merasa lelah dan dingin tak tertahankan lagi, maka kita pilih tempat istirahat yang baik untuk mengisi perut atau tidur dalam tenda dan ”Sleeping Bag” yang hangat. Biasanya nanti kita baru terbangun setelah matahari terbit. Setelah sarapan maka perjalanan dapat kita lanjutkan ke puncak gunung melalui punggungannya yang kadang sangat terjal dan cukup atau sangat menguras tenaga. Saat ini kita bisa menikmati keindahan alam dalam keadaan terang, kecuali kalau tiba-tiba kabut datang akan membuat jarak pandang kita terbatas, bahkan hanya 1 meter saja karena tebalnya kabut. Nah untuk itu kita perlu hati-hati berjalan dalam jarak pandang yang terbatas, karena kadangkala jalan yang kita tempuh melalui tebing-tebing yang curam dengan jalan setapaknya. Tetapi tak usah kuatir, sebab kita sudah punya niat yang baik dan Tuhan pasti akan melindungi kita.
Apabila sudah sampai puncak dalam keadaan cerah, kita dapat menikmati alam yang begitu indahnya di atas gunung dengan menebarkan pandangan disekeliling kita. Sungguh suatu pemandangan yang sangat menakjubkan!

Yang sudah terbiasa mendaki, ada beberapa gunung yang dapat di daki dalam semalam serta menikmati Sun Rise yang indah. Betapa indahnya alam ciptaan Tuhan yang berada di gunung dan pemandangan yang dapat dilihat dari sana. Panorama yang indah dari pegunungan yang diselimuti oleh kabut, serasa kita ada di atas awan. Kekayaan botani yang alamiah dan tak dapat dinikmati di perkotaan, baik flora maupun faunanya. Apalagi pemandangan sebelum matahari terbit sangat indahnya tak terlukiskan dengan kata-kata, karena awan bagai balok-balok es yang indah kemudian muncul cahaya Sun Rise yang indah menyinari awan dan alam pegunungan. Ooh sangat indahnya......

Tidak semua gunung dapat didaki dalam semalam langsung turun paginya, karena mengingat medannya yang berat dan juga faktor tingginya gunung tersebut, walau kita sudah terbiasa mendaki gunung. Pada awal tahun 1980-an pernah ada ”Lomba kebut Gunung” tetapi akhirnya lomba ini dihentikan, karena selain mendapat kecaman dari berbagai pecinta alam, juga justru malah merusak alam pegunungan, sebab dengan adanya lomba kecepatan mendaki gunung tersebut, sehingga para peserta berusaha secepat-cepatnya mencapai puncak gunung dan cepat-cepat turun kembali. Akibatnya justru alam yang menjadi rusak, karena banyak tumbuh-tumbuhan yang mereka terjang tanpa pikir dan ampun lagi, sehingga banyak tumbuhan yang patah atau tercabut tanpa disadari dan akhirnya mati dengan sia-sia. Nah...apakah ini seorang pecinta alam? Apalagi apa bisa menikmati keindahan alam dengan pendakian yang tergesa-gesa dan beradu cepat untuk menang dalam lomba tersebut? Jadi bukannya mereka sebagai pecinta alam, tetapi justru merusak alam. Betul tidak?

By:
RBM. Sutartomo

PANCASILA

HARI KELAHIRAN PANCASILA

Judul tersebut mungkin sudah diajarkan sejak Sekolah Dasar, entah dimengerti setiap warga atau bangsa Indonesia kita serahkan kepada mereka masing-masing. Demikian juga kelahiran Pancasila pada tanggal 1 Juni 1945 yang diambil dalam pidato Bung Karno di depan sidang rapat BPUPKI (Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang berisikan konsepsi Pancasila sebagai dasar filsafat (philosofische gronslag, weltanschauwung) bagi negara Indonesia yang akan didirikan.

Ada 3 (tiga) tokoh penggali Pancasila, yaitu Soekarno, Moh. Yamin, dan Supomo, tetapi diakui oleh Moh. Yamin, bahwa Bung Karno (Soekarno) bukan hanya penggali tetapi juga pencipta Pancasila karena mengolah, membuat sedemikian rupa sehingga bahan-bahan galian yang masih mentah tersebut menjadi barang yang jadi, yaitu Pancasila dengan dasar Negara Republik Indonesia dengan falsafahnya. Falsafah Pancasila bukan hanya dalam bentuk 5 (lima) sila saja, tetapi punya makna yang dalam dan tinggi tertuang dalam 37 butir-butirnya beserta penjelasan dan falsafahnya.
Selain itu Pancasila isi dan maknanya


Nah siapa yang tahu dan ingat, bahwa 1 Juni adalah hari lahirnya Pancasila?

Pak Tom
RBM. Sutartomo

Minggu, 08 Februari 2009

Indonesia dan prasejarah


Indonesia kaya dengan situs-situs prasejarah... seperti: Sangiran, Trinil, Ngandong, Pacitan, dan sebagainya. Fosil-fosil yang ditemukan, antara lain:
1. Meganthropus Palaeojavanicus
2. Pithecanthropus Erectus
3. Homo Wajakensis
4. Homo Mojokertensis
5. Homo Soloensis
6. dan sebagainya.

Bandingkan dengan fosil-fosil yang ditemukan di negara lain, seperti:
1. Sinanthropus Pekinensis
2. Manusia Cromagnon
3. Manusia Piltdown
4. Homo Hiedelbergensis
5. Homo Neandherthalensis
6. dan sebagainya.

Bila ditinjau usia dari fosil-fosil tersebut, manusia tertua berasal dari Indonesia.
Tapi ini bukan kesimpulan yang final, sebab dapat dipatahkan dengan teori dan penemuan-penemuan baru lainnya yang bersifat memperbaharui teori lama yang tidak sesuai lagi. Inilah aturan keilmiahan yang secara tidak langsung harus diakui, bila didukung oleh bukti yang kuat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Maka teori bahwa manusia Indonesia berasal dari Yunan, Teluk Tonkin, Cina Selatan adalah salah kaprah yang perlu diluruskan. Maka istilah Proto Melayu dan Deutero Melayu tidak boleh dikatakan sebagainya nenek moyang bangsa Indonesia.
Bila dianalisis maka penduduk Indonesia sekarang merupakan amalgamasi (pekawinan campur) antara orang Melayu tersebut di atas dengan penduduk asli Indonesia. Ini tentu berdasarkan dari analisis penemuan fosil-fosil tersebut di atas.

Bahkan di Sangiran, merupakan situs prasejarah yang paling kaya di dunia, bukan hanya fosil manusia saja tetapi juga ditemukan fosil-fosil binatang purba, baik itu binatang besar maupun kecil, bahkan ditemukan pula fosil-fosil binatang laut, sejenis molusca atau tepatnya kerang-kerang laut.

Nah... ini merupakan PR bagi bangsa Indonesia untuk terus meneliti temuan-temuan ini sebagai suatu karya ilmiah, bukan sebagai suatu konsep politis belaka. Hal ini juga merupakan eksistensi dari negara kita untuk mengembangkan konsep-konsep ilmiah yang dapat mendongkrak atau menunjukkan jati diri Indonesia di dunia Internasional.

Siapa yang berani memulai...?
Sebab dalam kenyataan justru para peneliti sejarah Indonesia malahan orang-orang dari luar negeri. Dapatkah ini dikatakan tragis!?

Palembang, 9 Februari 2009
RBM. Sutartomo

Senin, 02 Februari 2009

Kolonialisme



A. KOLONIALISME dan IMPERIALISME BANGSA BARAT PADA ABAD 16 SAMPAI ABAD 19
1. KOLONIALISME
2. IMPERIALISME
3. MERCANTILISME
4. KAPITALISME

B. PROSES IMPERIALISME DI INDONESIA
1. PORTUGIS
2. V0C
3. PEMERINTAHAN HINDIA BELANDA

c. KEBIJAKAN PEMERINTAHAN KOLONIAL BELANDA PADA ABAD 19 DI INDONESIA
1. masa DIRK VAN HOOGENDORF
2. masa DAENDELS
3. masa Sir Stamford Rafless
4. masa van der Cappelln
5. masa van den BOSCH
6. masa Jannsen

Kamis, 20 November 2008

SOLO Jadul

Selayang Pandang Solo Tempo Doeloe

Buat orang2 Solo.., jg buat yg mau tahu kota Solo.

^-^

"Yen wis kliwat separo abad, jwa kongsi binabad "
Jika sudah lebih separuh abad, janganlah dihancurkan. ..
[ Ronggowarsito
]

Sejarah Kota Surakarta bermula ketika Sunan Pakubuwana II memerintahkan Tumenggung Honggowongso dan Tumenggung Mangkuyudo serta komandan pasukan Belanda J.A.B. Van Hohendorff untuk mencari lokasi Ibukota Kerajaan Mataram Islam yang baru. Mempertimbangan faktor fisik dan non fisik, akhirnya terpilih suatu desa di tepi Sungai Bengawan yang bernama desa Sala (1746 M
atau 1671 Jawa). Sejak saat itu desa Sala berubah menjadi Surakarta
Hadiningrat dan terus berkembang pesat.

Adanya Perjanjian Giyanti, 13 Februari 1755 menyebabkan Mataram Islam
terpecah menjadi Surakarta dan Yogyakarta dan terpecah lagi dalam perjanjian
Salatiga 1767 menjadi Kasunanan dan Mangkunegaran.

DARI fakta sejarah kota Surakarta perkembangan Surakarta pada jaman dahulu
sangat dipengaruhi oleh keberadaan pusat pemerintahan Kasunanan dan
Mangkunegaran, Benteng Vastenburg sebagai pusat pengawasan kolonial belanda
terhadap Surakarta serta Pasar Gedhe Hardjonagoro (Thomas Kaarsten) sebagai
pusat perekonomian kota.

Apabila dihubungkan akan membentuk kawasan budaya dengan Kraton Kasunanan
sebagai intinya. Perkembangan kota selanjutnya berlangsung di
sekitar kawasan budaya ini.

Pasar Gede Hardjonagoro

Dahulu kala, Pasar gedhe merupakan sebuah pasar kecil yang didirikan di area
seluas 10.421 hektar, berlokasi di persimpangan jalan dari kantor gubernur
yang sekarang bernama Balai Kota Surakarta. Bangunan ini di desain oleh
arsitek belanda bernama Ir. Thomas Karsten yang selesai pembangunannya pada
tahun 1930 dan diberi nama Pasar Gede Hardjanagara. Diberi nama pasar gedhe
karena terdiri dari atap yang besar. Seiring perkembangan waktu, pasar ini
menjadi pasar terbesar dan termegah di Surakarta .

Awalnya penyaluran barang dilakukan oleh abdi dalem Kraton Surakarta Mereka
mengenakan pakaian tradisional Jawa berupa jubah dari kain ( lebar dan
panjang dari bahan batik dipakai dari pinggang ke bawah ),beskap ( semacam
kemeja), dan blangkon ( topi tradisional) Pungutan jasa kemudian akan
diberikan ke Istana Kasunanan.

Pasar gedhe terdiri dari dua bangunan yang terpisah. Masing masing terdiri
dari dua lantai. Pintu gerbang di bangunan utama terlihat seperti atap
singgasana yang kemudian diberi nama pasar gedhe.

Arsitektur pasar gedhe merupakan perpaduan antara gaya belanda dan gaya
tradisional. Pada tahun 1947, Pasar gedhe mengalami kerusakan karena
serangan belanda. Pemerintah indonesia kemudian merenovasi kembali pada
tahun 1949. Perbaikan atap selesai pada tahun 1981. Pemerintah indonesia
mengganti atap yang lama dengan atap dari kayu. Bangunan kedua dari pasar
gedhe, digunakan untuk kantor DPU yang sekarang digunakan sebagai pasar
buah.

Benteng Vastenburg

DULU bangunan ini bernama "Grootmoedigheid" . Didirikan oleh Jenderal Baron
Van Imhoff pada tahun 1745 sebagai benteng pertahanan tentara Hindia Belanda
wilayah Jawa Tengah. Benteng didirikan di pusat Surakarta , dekat dengan
Keraton Kasunanan agar dapat lebih mudah mengawasi gerak gerik Keraton
Kasunanan Surakarta.

Benteng ini dahulu merupakan benteng pertahanan yang berkaitan dengan rumah
Gubernur Belanda. Benteng dikelilingi oleh kompleks bangunan lain yang
berfungsi sebagai bangunan rumah tinggal perwira dan asrama/mess perwira.

Bangunan dikelilingi oleh tembok batu bata setinggi 6m dengan konstruksi
bearing wall serta parit dengan jembatan angkat sebagai penghubung.

Setelah kemerdekaan pernah berfungsi sebagai kawasan militer dan asrama bagi
Brigif-6/ Trisakti Baladaya / Kostrad. Bangunan di dalam benteng
dipetak-petak untuk rumah tinggal para prajurit dengan keluarganya.

Masjid Agoeng Soerakarta

PADA masa lalu merupakan Masjid Agung Negara. Semua pegawai pada Masjid
Agung merupakan abdi dalem Keraton, dengan gelar dari keraton misalnya
Kanjeng Raden Tumenggung Penghulu Tafsiranom (penghulu) dan Lurah Muadzin.
Masjid Agung dibangun oleh PB III tahun 1763 dan selesai pada tahun 1768.

Merupakan masjid dengan katagori MASJID JAMI', yaitu masjid yang digunakan
untuk sholat lima waktu dan sholat Jum'at. Dengan status MASJID
NEGARA/KERAJAAN karena segala keperluan masjid disediakan oleh kerajaan dan
masjid juga dipergunakan untuk upacara keagamaan yang diselenggarakan
kerajaan.

Masjid Agung merupakan kompleks bangunan seluas 19.180 m2 yang dipisahkan
dari lingkungan sekitar dengan tembok pagar keliling setinggi 3,25m.
Bangunan Masjid Agung Surakarta secara keseluruhan berupa bangunan tajug
yang beratap tumpang tiga dan berpuncak mustaka.
Masjid Agung terdiri dari

a.. Serambi, mempunyai semacam lorong yang menjorok ke depan (tratag
rambat) yang bagian depannya membentuk kuncung.
b.. Ruang Shollat Utama, mempunyai 4 saka guru dan 12 saka rawa dengan
mihrab dengan kelengkapan mimbar sebagai tempat Khotib pada waktu Sholat Jum
’at.
c.. Pawestren, (tempat shollat untuk wanita) dan Balai Musyawarah,
d.. Tempat berwudhu

• Pagar Keliling, dibangun pada masa PB VIII tahun 1858.

• Pagongan, terdapat di kiri kanan pintu masuk masjid, bentuk dan ukuran
bangunan sama yaitu berbentuk pendapa yang digunakan untuk tempat Gamelan
ketika upacara Sekaten (Upacara Peringatan hari lahir Nabi Muhammad S.A.W.

• Istal dan garasi kereta untuk Raja ketika Shollat Jum’at dan Gerebeg,
diperkirakan dibangun bersamaan dengan dibangunnya Masjid Agung Surakarta.

• Gedung PGA Negeri, didirikan atas susunan PB X (1914) dan menjadi milik
kraton.

• Menara Adzan, mempunyai corak arsitektur menara Kutab Minar di India.
Didirikan pada tahun 1928.

• Tugu Jam Istiwak, yaitu jam yang menggunakan patokan posisi matahari
untuk menentukan waktu shollat.

• Gedang Selirang, merupakan bangunan yang dipergunakan untuk para abdi
dalem yang mengurusi masjid Agung.

Masjid Lawejan

DIBANGUNpada masa Djoko Tingkir sekitar tahun 1546. Merupakan masjid pertama
di Kerajaan Pajang.
Awalnya merupakan pura agama Hindu dengan seorang bhiksu sebagai pemimpin.
Namun dengan pendekatan secara damai, seiring dengan banyaknya rakyat yang
mulai memeluk agama Islam, bangunan dirubah fungsinya menjadi Masjid.

Bersamaan dengan itu, tumbuh sebuah pesantren dengan jumlah pengikut yang
lumayan banyak. Konon karena banyaknya santri, pesantren ini tidak pernah
berhenti menanak nasi untuk makan para santri sehingga selalu keluar asap
dari dapur pesantren dan disebutlah wilayah ini sebagai Kampung Belukan
{"beluk" = asap}.

Pemilik Masjid ini adalah Kyai Ageng Henis (kakek dari Susuhunan PB II).
Seperti layaknya sebuah masjid, Masjid Laweyan berfungsi sebagai tempat
untuk Nikah, talak, Rujuk, Musyawarah dan Makam.

Kompleks masjid menjadi satu dengan makam kerabat Keraton Pajang, Kartasuro
dan Kasunanan Surakarta.

Pada makam terdapat pintu gerbang samping yang khusus dibuat untuk digunakan
oleh PB X untuk ziarah ke makam dan hanya digunakan 1 kali saja karena 1
tahun setelah kunjungan itu beliau wafat.

Beberapa yang dimakamkan di tempat itu diantara-nya adalah :

a.. Kyai Ageng Henis
b.. Susuhunan PB II yang memindahkan Keraton Kartasura ke Desa Sala hingga
menjadi Keraton Kasunanan Surakarta. Konon PB II ingin dimakamkan dekat
dengan Kyai Ageng Henis dan bertujuan untuk menjaga Keraton Kasunanan
Surakarta dari serangan musuh.
c.. Permaisuri PB V
d.. Pangeran Widjil I Kadilangu sebagai Pujangga Dalem PB II - PB III yang
memprakarsai pindahnya Keraton dari Kartasura ke Surakarta .
e.. Nyai Ageng Pati
f.. Nyai Pandanaran
g.. Prabuwinoto anak bungsu dari PB IX.
h.. Dalang Keraton Kasunanan Surakarta yang konon kabarnya pernah diundang
oleh Nyi Roro Kidul untuk mendalang di Laut Selatan.
i.. Kyai Ageng Proboyekso, merupakan jin Laut Utara yang bersama pasukan
jin ikut membantu menjaga keamanan Kerajaan Kasunanan Surakarta.

Di makam ini terdapat tumbuhan Langka (Pohon Nagasari berusia + 500 thn)
yang merupakan perwujudan penjagaan makam oleh naga yang paling unggul.
Selain itu pada gerbang makam terdapat simbolisme perlindungan dari Btari
Durga. Makam direnovasi oleh PB X bersamaan dengan renovasi Kraton
Kasunanan. Sebuah bangunan semacam pendapa yang diangkat dari pindahan
Keraton Kartasura.

Pada makam terdapat pintu gerbang samping yang khusus dibuat untuk digunakan
oleh PB X untuk ziarah ke makam dan hanya digunakan 1 kali saja karena 1
tahun setelah kunjungan itu beliau wafat.




Masjid Mangkoenegaran

PENDIRIAN Masjid Mangkunegaran diprakarsai oleh Kanjeng Gusti Pangeran Aryo
Adipati Mangkunegara I di Kadipaten Mangkunegaran sebagai masjid Lambang
Panotogomo.

Sebelumnya terletak di wilayah Kauman, Pasar Legi, namun pada masa MN II
dipindah ke wilayah banjarsari dengan pertimbangan letak masjid yang
strategis dan dekat kepada Puro Mangkunegaran.

Pengelolaan masjid dilakukan oleh para abdi dalem Puro Mangkunegaran,
sehingga status masjid merupakan Masjid Puro Mangkunegaran.

Pemugaran besar-besaran atas Masjid Mangkunegaran terjadi pada saat
pemerintahan MN VII, pada saat itu MN VII meminta seorang Arsitek dari
Prancis untuk ikut serta mendesain bentuk masjid ini.

Luas Kompleks masjid sekitar 4200 m2 dengan batas pagar tembok keliling
sebagian besar di muka berbentuk lengkung.
Masjid Mangkunegaran terdiri dari :

a.. Serambi, Merupakan ruangan depan masjid dengan saka sebanyak 18 yang
melambangkan umur RM. Said ketika keluar dari Keraton Kasunan Surakarta
untuk dinobatkan sebagai Adipati Mangkunegaran. Di serambi terdapat bedug
yang bernama Kanjeng Kyai Danaswara.

Maligin, dibangun atas prakarsa MN V, digunakan untuk melaksanakan khitanan
bagi putra kerabat Mangkunegaran. Sejak pemerintahan MN VII Maligin
diperkenankan untuk digunakan oleh Muhammadiyah sebagai tempat khitanan
masyarakat umum.

a.. Ruang Shollat Utama merupakan ruang dalam dengan 4 soko guru dan 12
penyangga pembantu yang berhias huruf kaligrafi Al-qur’an.
b.. Pawasteren, merupakan bangunan tambahan yang dipergunakan untuk tempat
sholat khusus wanita.

Menara, dibangun tahun 1926 pada masa MN VII. Digunakan untuk menyuarakan
adzan, pada saat itu dibutuhkan 3-4 orang muadzin untuk adzan bersama-sama
dalam menara ke 4 arah yang berbeda.

Saat ini Masjid Mangkunegaran bernama Al-Wustho, diberi nama demikian pada
tahun 1949 oleh Bopo Penghulu Puro Mangkunegaran Raden Tumenggung K.H. Imam
Rosidi. Masjid Mangkunegaran merupakan masjid yang cukup unik karena di sini
dapat dilihat hiasan kaligrafi Al-qur’an di berbagai tempat, seperti pada
pintu gerbang, pada markis/Kuncungan, soko dan Maligin.

Dalem Poerwodiningratan

TERLETAK di lingkungan dalem Kratonan, Baluwarti dan merupakan bangunan
dalem yang terluas, terbesar dengan pagar tertinggi di lingkungan itu (90m x
100m atau sekitar 1 Ha ).

Bangunan ini dibuat oleh PB IV bersamaan dengan dibangunnya Dalem
Suryohamijayan dan Dalem Sasonomulyo.

Ketika Dalem Poerwadiningratan selesai dibangun, Sinuhun PB IV berkenan
untuk mengadakan Lenggah Sinoko (sidang pemerintahan dihadapan para menteri)
di bangunan tersebut.

Dalem ini kemudian diserahkan kepada Kanjeng Ratu Pembayun yang dinikahi
oleh KGPH Mangkubumi II, kemudian diwariskan kepada KPH Riyo Atmodjo. Putra
beliau yang mendapatkan hak waris atas dalem adalah Kanjeng Raden Mas Haryo
Purwodiningrat Sepuh dan kemudian pada putranya lagi Kanjeng Raden Mas
Tumenggung Haryo Purwodiningrat.

Demikian hingga kawasan ini bernama Poerwadiningratan. (Menurut aturan Jawa,
Dalem diberi nama sesuai dengan pemilik terakhir bangunan).
Sekarang Dalem Poerwodiningratan dimiliki oleh segenap keluarga keturunan
Poerwadiningrat.

Rumah Jawa merupakan pencerminan diri pemilik-nya oleh karena itu seringkali
pamor rumah jawa akan berangsur - angsur turun atau hilang setelah
pemiliknya meninggal dunia.

Kanjeng Radenmas Tumenggung Haryo Poerwodiningrat adalah seorang Bupati
Keraton Kasunanan Surakarta yang pernah menjabat sebagai penguasa Sriwedari.
Seorang dengan wibawa besar yang tercermin dari dalem yang dimilikinya.

Pengaruh ini dirasakan menurun ketika beliau wafat (Yen ditinggal Ibu ora
kopen ning yen ditinggal Bapak ora kajen). Ini tercermin dari
kebiasaan-kebiasaan penghormatan terhadap bangunan yang telah berubah.
Misalnya kendaraan yang berlalu-lalang disekitar pendopo atau masuk pendopo
tanpa melepas alas kaki.

Pada jaman KRTH Poerwodiningrat, pendatang yang masuk ke lingkungan dalem
berjalan kaki bahkan berjalan jongkok di pendopo untuk menghormat. Halaman
pendopo ditutup pasir untuk area duduk para abdi dalem yang sowan, dan ada
tempat penyimpanan payung-payung untuk para tamu.

Seiring dengan berfungsinya bangunan sebagai kantor Departemen Pertanian dan
Kehakiman (1947) kebiasaan ini mulai ditiadakan. Dalem Poerwodiningratan
juga pernah digunakan sebagai SMP, SMA, SGA dari Yayasan Pendidikan
Tjokroaminoto (sekitar tahun 1950 – 1960).

Poerwodiningratan juga mempunyai urutan ruang seperti halnya bangunan
tradisional Jawa dengan paviliun di sekelilingnya. Paviliun kini ditinggali
oleh keluarga Poerwadiningrat.

Dengan dasar (warah/petuah) filosofi dari PB X bahwa " Budoyo Jowo iku ora
bedo karo pusoko kadatone, Lamun dipepetri bakal hamberkahi nanging lamun
siniosio bakal tuwuh haladipun" yang kurang lebih berarti budaya jawa itu
sama dengan pusaka keraton jika dihormati akan memberi berkah, namun jika
disia-sia akan memberi hukuman. Untuk itu setiap malam Jum’at dalem
pringgitan diberi sesajen dengan persyaratan- persyaratan tertentu. Demikian
pula pada tanggal 1 bulan jawa dan setiap tahun pada bulan Sapar untuk
memperingati berdirinya bangunan tersebut.

Layaknya bangunan kuno di Jawa, pada bangunan ini sering terjadi hal-hal
aneh yang bersifat mistik terutama bila sesajen lupa disajikan di dalam
pendopo.

Rumah Sakit Kadipolo

TERLETAK di jalan Dr. Radjiman W. dengan lahan seluas + 2,5 Ha. Didirikan
pada masa pemerintahan Paku Buwono X.

Pada mulanya bangunan ini dibangun khusus untuk poliklinik para abdi dalem
kraton.

Karena masalah biaya, pada tahun 1948 pengolahannya diserahkan kepada PEMDA
Surakarta disatukan dengan pengolahan Rumah Sakit Mangkubumen dan Rumah
Sakit Jebres. Namun dengan syarat bahwa keluarga kraton dan pegawai kraton
yang dirawat di rumah sakit tersebut mendapat keringanan pembiayaan. Tahun
1960 pihak keraton menyerahkan Rumah Sakit Kadipolo sepenuhnya termasuk
investasi bangunan berikut seluruh pegawai dan perawatnya kepada PEMDA
Surakarta.

Tanggal 1 Juli 1960 mulai dirintis penggabungan Rumah Sakit Kadipolo dengan
Rumah Sakit Jebres dan Mangkubumen di bawah satu direktur yaitu dr. Sutedjo.
Kemudian masing-masing rumah sakit mengadakan spesialisasi, RS. Jebres untuk
anak-anak, RS. Kadipolo untuk penyakit dalam dan kandungan serta RS.
Mangkubumen untuk korban kecelakaan.

1 Agustus 1976 diadakan pemindahan pasien dari RS. Kadipolo ke RS.
Mangkubumen sebagai persiapan berdirinya SPK (Sekolah Pendidikan
Keperawatan) . Pemindahan pasien selesai sampai awal April 1977.

24 April 1977 SPK resmi berdiri dengan menempati bangunan RS. Kadipolo.

Kampus SPK hanya bertahan 5 tahun karena Februari 1982 DepKes Pusat
memerintahkan untuk mengosongkan RS. Kadipolo untuk pindah ke kawasan
Mojosongo.

Sejak Tahun 1985 bangunan tersebut menjadi milik Arseto sebagi tempat tingal
dan mess bagi para pemain Arseto Solo. Namun kini sebagian besar bangunan
dibiarkan kosong tak terawat.

Bank Indonesia

Dulu bernama Javasche Bank. Merupakan kantor cabang karya arsitek Hulswit,
Fermont dan Ed. Cuipers dengan standart gaya neoklasik.
Sekelompok pemuda pernah menggunakan gedung ini untuk menculik PM. Syahrir
pada masa revolusi.

Kantor Pertani

Berdiri tahun 1908 sebagai bangunan rumah tinggal seorang bangsawan Tionghoa
yang dekat dengan kerabat Keraton. Pernah digunakan sebagai tempat usaha
batik oleh pedagang Laweyan. Tahun 1978 dialihfungsikan sebagai kantor PT.
Pertani yang melayani bidang administrasi perkantoran. Mempunyai banyak
kesamaan detail arsitektur dengan Gedung Veteran, Loji Gandrung dan Bekas
Kantor DPU.

Gedung Veteran

Dikenal dengan sebutan Gedung Lowo. Awalnya bangunan digunakan sebagai rumah
tinggal bangsawan/pejabat Belanda. Tahun 1945 dihuni oleh keluarga
kebangsaan China bernama Djian Ho. Gedung ini terletak di Jalan Slamet
Riyadi dengan bentuk khas arsitektur kolonial untuk sebuah bangunan rumah
tinggal.

Setelah merdeka gedung ini diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dan
digunakan sebagai Gedung Veteran. Pemugaran besar yang berarti tanpa merubah
bentuk asli bangunan pernah dilakukan pada tahun 1983 - 1985.

Pengadilan Tinggi Agama

Awalnya bangunan ini dipergunakan untuk rumah tinggal. Sejak tahun 1938
digunakan sebagai Kantor Departemen Agama dan Pengadilan Tinggi Agama.
Ornamen bangunan bergaya Arab-Kolonial.

Bangunan bergaya arab terlihat dari penggunaan kubah lengkung yang dihiasi
kaca dan berbagai ukiran kaligrafi. Bangunan ini terletak di jalan Slamet
Riyadi Surakarta


Vihara Am Po Kian

Didirikan tanggal 24 Agustus 1875 dan mengalami perbaikan pada tanggal 14
Agustus 1944. Dulu merupakan bangunan kuil milik seorang bhiksu dengan adu
ilmu akhirnya bangunan ini dapat dikuasai oleh Kyai Ageng Henis (Kakek dari
Raja-raja Mataram) dan diubah fungsikan menjadi masjid. Di dalam kawasan ini
pula Kyai Ageng Henis beserta keluarganya dimakamkan. Pada halaman tengah
makam terdapat pendapa tempat menikahkan raja pada masa kerajaan Kartasura.
Saat ini tempat tersebut digunakan sebagai tempat persiapan
ziarah/istirahat.

Vihara Avalokitheswara

Tempat Ibadah umat Budha, dibangun sekitar abad ke 16. Sangat dipengaruhi
oleh arsitektur Cina.

Gereja Katholik Antonius

Gereja tertua di Surakarta didirikan tahun 1905. Memiliki skala bangunan
yang besar. Bangunan ini belum pernah berubah bentuk dan fungsinya.

Pamardi Poetri

Berdiri Januari 1927 atas prakarsa pemerintahan Kasunanan. Merupakan
bangunan HIS ( Hollandsch Inlandsch School ) Pamardi Putri. Semula digunakan
untuk putri kerabat dekat kasunanan.Sebuah bangunan yang berfungsi sama
namun digunakan untuk lelaki bernama Gedung Ksatriyan.

Broederan Poerbajan

Bruderan Purbayan merupakan tempat pendidikan sekaligus asrama bagi para
Bruder. Didirikan pada jaman penjajahan Belanda tahun 1921/1922.

Brigade Infanteri

Gedung Brigade Infanteri merupakan bangunan yang dibangun untuk melengkapi
kompleks benteng pertahanan Vastenburg.

Kantor Kodim

Terletak di Jalan Slamet Riyadi Surakarta . Bangunan ini berkaitan erat
dengan Loji Gandrung sebagai rumah komandan Pasukan Belanda dan Benteng
Vastenburg sebagai pusat pertahanan tentara Belanda di wilaya

Selasa, 18 November 2008

Sejarah sebagai ilmu multidimensional


Sejarah atau dalam bahasa Inggrisnya "History", merupakan ilmu murni (Pure Science) yang bersifat multi-dimensional, sebab dalam sejarah yang diajarkan di sekolah menengah, juga membahas tentang jenis-jenis sejarah, antara lain:

1. Sejarah Ekonomi.
2. Sejarah Sosial/Sosiologi.
3. Sejarah Politik.
4. Sejarah Kebudayaan.
5. Sejarah Seni/ Kesenian.
6. Dan sebagainya.

Setiap ilmu mempunyai sejarah kemunculannya atau lahirnya, sehingga memunculkan tokoh-tokohnya yang sebagian atau semua dianggap sebagai Bapak Ilmu dari bidangnya masing-masing.
Sejarah sebagai ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa masa lalu yang penting dalam kehidupan manusia atau masyarakat atau orang banyak. Bukan sebagai peristiwa masa lalu yang tidak perlu dipelajari, sehingga pelajaran sejarah sering dianggap tidak perlu dipelajari untuk jurusan atau bidang-bidang tertentu di sekolah dasar dan menengah. Disini peran kurikulum sangat penting untuk memberikan jam sejarah di sekolah-sekolah secara proporsional, mengingat adanya pepatah yang mengatakan: " Bangsa yang besar, adalah bangsa yang tahu akan sejarah, terutama sejarah bangsanya".
Apalagi Sejarah mempunyai syarat harus ada sumber, bukti, dan faktanya. Selain itu dalam mempelajari Sejarah harus mengetahui dan menerapkan dimensinya, yaitu: mempelajari peristiwa masa lalu dengan membandingkan untuk masa sekarang baik segi positif maupun negatifnya, dan sebagai landasan untuk mempersiapkan kehidupan masa yang akan datang. Tentu saja dengan tidak mengulang lagi peristiwa yang negatif, tetapi harus mengembangkan segi-segi positifnya.

Presiden Pertama RI, Bung Karno (Ir. Sukarno) pernah mengajarkan dalam pidatonya dalam yang berjudul "Jasmerah", artinya: "Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah".
Indonesia pernah menjadi negara besar yang disegani, bahkan ada yang mengatakan sebagai "Raksasa Muda", mengingat perjuangan dan eksistensi bangsa Indonesia perlu diperhitungkan, baik dari sejarah perjuangannya, kekayaan alamnya, maupun andilnya di dunia Internasional.
Konferensi Asia-Afrika diselenggarakan di Bandung, Indonesia sebagai embrio dari negara-negara Non Blok waktu itu. Sehingga eksistensi Indonesia sangat diperhitungkan oleh negara-negara di dunia.

Setiap berbicara tentang sejarah, pasti kita akan membahas dari berbagai macam segi kehidupan. Sebagai contoh mudahnya dapat kita ambil dari 7 unsur kebudayaan yang universal, terdiri dari:
1. Sistem Kepercayaan dan religi.
2. Sistem Organisasi sosial dan kemasyarakatan.
3. Sistem Ekonomi dan Mata Pencaharian.
4. Sistem teknologi atau peralatan.
5. Sistem Pengetahuan.
6. Sistem Kesenian.
7. Sistem Bahasa.

Sejarah semestinya mengacu pada unsur-unsur tersebut, hanya seringkali seseorang menulis sejarah dengan dengan sudut pandangan tertentu atau mengambil spesifikasi sendiri. Hal ini tentu saja juga sesuai dengan adanya jenis-jenis sejarah tersebut di atas.

Mari kita renungkan dengan hati yang tenang, pikiran yang jernih, dan lapang dada bagaimana memberikan pengajaran sejarah pada tunas-tunas bangsa agar bisa menghargai kehidupan masa lalu, untuk diterapkan masa sekarang sesuai dengan Era Globalisasi, dan bagaimana menyiapkan kehidupan yang akan datang agar kehidupan umat manusia lebih baik dari masa-masa sebelumnya.


RBM. Sutartomo
Palembang, Nov'08

Minggu, 16 November 2008

SEJARAH INDONESIA


Sejarah adalah ilmu yang mempelajari peristiwa-peristiwa penting dalam kehidupan manusia, yang terjadi di masa lalu, untuk dianalisis pada masa sekarang, dan dapat dipakai sebagai dasar langkah-langkah untuk masa depan, agar hal-hal yang kurang baik jangan terulang dan hal-hal yang baik perlu kita kembangkan.
Sejarah terbagi menjadi 2 (dua),yaitu:
1. Masa sebelum mengenal tulisan ( Prasejarah )
2. Masa setelah mengenal tulisan ( Sejarah )

Sejarah Indonesia menulis.

Masa Prasejarah:
Berdasarkan fosil yang ditemukan di Sangiran, aliran Bengawan Solo, dan tempat-tempat lain, sepertinya Indonesia punya manusia tertua di dunia dengan ditemukan Meganthropus Palaeojavanicus dan Pithecanthropus Erectus. Sedangkan yang sudah dianggap cerdas adalah Homo Soloensis, Wajakensis, Mojokertensis, dapat kita bandingkan dengan fosil-fosil di negara lain, seperti: Sinanthropus Pekinensis, Neanderthalensis, Hiedelbergensis, Cromagnon.
Untuk sementara wilayah Indonesia boleh dikatakan terdapat manusia tertua di dunia berdasarkan fosil yang ditemukan berdasarkan asal-usul manusia dari fosil yang telah ditemukan. Tapi tentang keakurasiannya, perlu diteliti lebih lanjut terutama oleh para pakar yang terkait di bidang ini.
Bagaimana membayangkan daerah Sangiran yang terletak di tengah P. Jawa (Jawa Tengah, sebelah utara kota Solo/Surakarta) menyimpan banyak fosil, mulai dari binatang laut, binatang purba, sampai fosil-fosil manusia. Masyarakat setempat sering mengatakan dengan "Balung Buta" (tulang raksasa), setiap hujan lebat di lembah Sangiran sering terjadi erosi dan mengeluarkan fosil-fosil tersebut, sehingga banyak menjadi buruan para penduduk setempat maupun orang-orang yang berkepentingan, semenjak para kolektor atau arkeolog menjanjikan sejumlah uang untuk setiap fosil yang ditemukan.
Walau daerah tersebut sudah menjadi daerah Suaka Budaya, tapi pencurian fosil terus berlanjut.
Orang cenderung menjual fosil yang ditemukan dari pada menyerahkan kepada pemerintah atau Balai Arkeologi, hal ini tentu ditunjang dengan kurangnya pengetahuan mengenai arti peninggalan sejarah bagi bangsa Indonesia. Selain itu, tentu nilai uang yang perlu menjadi perhatian dari berbagai pihak, mengingat kesejahteraan bagi bangsa atau masyarakat Indonesia yang masih banyak berada di bawah garis kemiskinan.

Selain itu, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mempunyai budaya yang tinggi dilihat dari Tradisi Sejarah sebelum mengenal tulisan, seperti: Folklore, Mitologi, Legenda, Upacara-upacara Tradisonal, dan Nyanyian-nyanyian Rakyat. Di dalam hal-hal tersebut sudah terkandung nilai sosial budaya yang tinggi demikian juga dari segi filsafatnya.

Masa Sejarah:
Masa ini dapat dibagi menjadi beberapa periode, seperti:
1. Masa Awal
2. Masa Hindu- Budha
3. Masa Islam
4. Masa Kolonial
5. Masa Kemerdekaan
dari periode-periode tersebut dapat dibagi lagi menjadi masa-masa tertentu yang lebih rinci lagi, seperti Masa Kolonial terbagi atas: Masa VOC, masa kolonial Belanda dan Jepang. Masa Kemerdekaan terbagi menjadi masa Orde Lama, Orde Baru, Reformasi dan sebagainya.

Penulisan sejarah masa ini harus sangat teliti, sebab banyak bukti-bukti tertulis yang dapat dibaca dan dianilisis, jadi jangan sampai terjadi adanya "Kebohongan Sejarah", sebab sejarah merupakan ilmu yang faktual, maka sejarah tidak boleh direka-reka, tetapi harus dijelaskan baik positif maupun negatifnya.

Indonesia sudah mempunyai 5 jilid Sejarah Nasional Indonesia, tapi masih perlu dikaji lebih lanjut dan dikembangkan, serta direvisi hal-hal yang tidak cocok dengan fakta sejarah. Ini Pekerjaan Rumah bagi para Arkeolog dan Sejarawan Indonesia yang utama.

"Bangsa yang Besar, adalah bangsa yang tahu akan sejarah bangsanya".

RBM. Sutartomo
Palembang, Medio Nov ' 08

Senin, 03 November 2008

Kerajaan SRIWIJAYA GO PUBLIK...



Tembok besar Cina warisan 2 dinasti, Colloseum dan  Amphiteater warisan Romawi dan Yunani kuno, Piramide dan Spinx warisan para Firaun di Mesir, dan sebagainya merupakan kebanggaan negara-negara tersebut sebagai warisan budaya bangsa dan dapat menjadi obyek wisata yang menarik para wisdom dan wisman untuk mengunjunginya. Ini berarti aset negara dalam mendatangkan devisa negara.

Sriwijaya, merupakan kerajaan besar di Nusantara yang hidup sejak abad ke 7 sampai abad ke 14 dengan wilayah yang cukup luas dan maju sesuai dengan zamannya. Bahkan I Tsing yang belajar agama Budha ke India dan mampir ke Sriwijaya sangat terkesan dan minta ijin pada pada Kaisar untuk memperdalam agama Budha ke Sriwijaya , karena Sriwijaya telah mempunyai pusat pendidikan tinggi Satyakirti yang diasuh para guru besar Cakyamuni. Hebat kan..!

Nah...coba kita tengok peninggalan kerajaan Sriwijaya sekarang ini, antara lain:
  1. Situs Pasemah, Pagar Alam , Lahat yang meninggalkan beberapa warisan budaya ang berupa patung-patung dan Kubur Batu Besar (Megalithikum) yang telah menghiasi gambar-gambar buku sejarah di dunia.
  2. Situs atau Taman Sriwijaya di desa Karanganyar, Palembang yang telah diresmikan Presiden Suharto sebagai pusat kerajaan Sriwijaya.
  3. Taman Bukit Siguntang di Bukit Besar, Palembang yang berkonotasikan Prasasti Sriwijaya, tetapi disitu ada makam Putri Kembang Dadar sebagai Putri Kesultanan Palembang (Kerajaan Palembang Islam).
  4. Museum Bala Putera Dewa, di Km 5,5 Palembang sebagai museum yang menyimpan replika-replika prasasti Kerajaan Sriwijaya.
  5. Dan sebagainya.
Obyek-obyek tersebut dapat dikemas sedemikian rupa, sehingga menjadi obyek wisata yang menarik bagi para Wisdom dan Wisman untuk mengunjunginya. Tentu saja juga dipadukan dengan obyek-obyek lainnya diluar peninggalan Kerajaan Sriwijaya.
Mengapa tidak?
Alam dan Warisan Budaya Indonesia sebenarnya tak kalah dengan obyek-obyek wisata di negara-negara lain, hanya kita perlu lebih teliti agar kemasan obyek wisata ini menjadi menarik dan dikelola secara profesional, sehingga layak untuk dikunjungi para Wisdom dan Wisman.

RBM. Sutartomo
Solo - Palembang

Minggu, 02 November 2008

SRIWIJAYA


Nama Sriwijaya sudah melegenda dan terkenal sebagai Kerajaan besar di Nusantara sejak abad ke 7 sampai abad ke 14. Suatu kerajaan yang bernafaskan agama Budha dan banyak disinggahi para musafir dan pedagang saat itu. Bahkan nama tersebut dipakai sebagai nama Universitas Negeri di kota Palembang yang dianggap sebagai pusat kerajaan Sriwijaya, nama klub sepakbola yang mengambil base-camp di Palembang juga mengambil nama tersebut yaitu SFC (Sriwijaya Football Club) dan berhasil sebagai Duo Winner: Juara Liga dan Juara Champion
Nasional.

Nah...Bisakah nama Sriwijaya mempunyai nilai jual  untuk menyedot para Wisman dan Wisdom untuk datang ke Bumi Sriwijaya, Palembang 
dan Sumatera Selatan pada umumnya?
Obyek Sejarah umumnya sebagai obyek Pariwisata/Tourism bagi suatu negara, sebab hal ini dapat mendatangkan Devisa Negara dan secara otomatis 
dapat mendongkrak kesejateraan masyarakat setempat dan Indonesia pada umumnya.

Mari kita Simak peninggalan-peninggalannya:
  1.  Situs Pasemah di Pagar Alam, Lahat, selain ada bukti Batu Kubur Megalithikum, juga ditemukan beberapa arca.
  2. Museum Balaputera Dewa, di Km 5,5 ditata secara maksimal dan profesional, karena dapat menyajikan Replika-replika Prasasti Kerajaan Sriwijaya.
  3. Taman Bukit Siguntang, di daerah Bukit Besar dengan mengembalikan atau menyinkronkan antara nama Bukit Siguntang sebagai Prasasti kerajaan Sriwijaya dengan Makam Putri Kembang Dadar dari Kasultanan Palembang.
  4. Situs atau Taman Sriwijaya di desa Karanganyar, Palembang, ditata, dirawat dan disajikan secara profesional sehingga menjadi tempat yang indah dan menarik, sehingga para wisatawan dapat informasi tentang kerajaan Sriwijaya yang Besar pada zamannya.
  5. Dan sebagainya.
Obyek-obyek dan situs kerajaan Sriwijaya tersebut dapat dikemas sebagai Paket Pariwisata dan digabungkan dengan obyek-obyek sejarah lainnya serta dipadukan dengan obyek/tempat-tempat hiburan yang menarik, bersih, dan aman, sehingga menimbulkan rasa keingintahuan para wisatawan untuk datang ke Palembang dan Sumatera Selatan pada umumnya.

Ini bukan program yang mudah, tapi perlu dikancah terlebih dahulu dan dipersiapkan secara matang beserta dampak positif dan negatifnya, sehingga dapat ditemukan solusi yang baik agar Palembang dan Sumatera Selatan benar-benar sebagai obyek wisata yang dikelola secara profesional dan menarik untuk dikunjungi.

Nah...bagaimana cara mengemasnya sebagai daerah kunjungan wisata adalah hal yang perlu disiapkan, dicermati, dan dikelola secara profesional, sebab Indonesia pada umumnya mempunyai obyek wisata yang lebih indah dari negara-negara lain, baik dari segi alamnya maupun sejarahnya!

RBM. Sutartomo
Solo - Palembang

KERAJAAN ISLAM PERTAMA DI NUSANTARA



Dari berbagai buku pedoman sejarah untuk pendidikan di sekolah, mayoritas mencantumkan Kerajaan Samodera Pasai di Aceh sebagai kerajaan Islam pertama di Nusantara yang berdiri tahun 1280 M.
Bahkan ada data tempat-tempat berkembangna Islam di Nusantara, sebagai berikut:
  1.  Samodera Pasai 1280
  2. Ternate 1460
  3. Jepara 1460
  4. Demak 1460
  5. Aceh 1500
  6. Padang 1500
  7. Banten 1525
  8. Cirebon 1525
  9. Banjarmasin 1580-1588
  10. Makasar 1600
Nama Kerajaan Perlak (Peureulak) tidak disebut-sebut, padahal bukti menunjukkan, antara lain:
  1. Abad ke 6 sampai abad ke 12 terjalin hubungan dagang antara Arab dan Perlak.
  2. Perkawinan antara Sultan Malik al Saleh dengan Puteri Ganggang Sari (dari Perlak) puteri dari Sultan Perlak Muhammad Amin Syah berkuasa sejak 1225-1263 M.
  3. Kitab Hamzah Fansuri, Syekh Syamsuddin as-Sumaterani, kitab Tarikh Salatin Gujarat.
  4. dan sebagainya.
Demikian juga catatan perjalanan dari Marcopolo dan Ibnu Battutah, Laksmana Cheng Ho dan sebagainya perlu dicermati,  juga proses Islamisasi para Wali Sanga di Nusantara.
Marilah kita coba untuk lebih  bijaksana dalam mengamati dan menganalisis sumber-sumber sejarah yamg baik dan benar. Sebab penulisan sejarah harus benar-benar ada fakta, bukti, dan sumber-sumbernya.

Jangan kita buat sejarah untuk kepentingan golongan tertentu, apalagi untuk kepentingan politik 
atau pribadi. Sejarah haruslah bersifat faktual dengan segala bukti-buktinya yang didapatkan dari sumber-sumbernya yang terkait dan relevan.  

Kamis, 30 Oktober 2008

Wali Songo


Dalam sejarah Islamisasi di Indonesia yang ditulis dibuku-buku pelajaran panduan Sejarah, banyak ditulis penyebarannya melalui para Wali. Kata Wali berasal dari bahasa Arab yang berarti "sangat tinggi" yang banyak pula diartikan sebagai rasul. Umumnya banyak dituliskan penyebaran agama Islam di Nusantara dilakukan oleh "Wali Sanga" yang dapat diartikan sebagai sembilan Wali, bahkan ada yang langsung menyebutkan nama-nama sembilan wali tersebut, yaitu:
  1. Syekh Maulana Malik Ibrahim
  2. Sunan Giri
  3. Sunan Muria
  4. Sunan Ampel
  5. Sunan Kudus
  6. Sunan Drajad
  7. Sunan Bonang
  8. Sunan Kalijaga
  9. Sunan Gunung Jati
Nama Syekh Siti Jenar disebutkan sebagai Wali yang terkenal dengan ajarannya "Manunggaling Kawula Gusti" atau "Bersatunya Manusia dengan Tuhan". Dalam ajarannya banyak memasukkan hal-hal yang gaib dan mistik, hal ini dianggap dapat menyesatkan bagi para pengikutnya, maka Wali-wali lainnya meminta Syekh Siti Jenar untuk mencabut ajarannya.
Konon kabarnya beliau tak mungkin dapat mencabut ajarannya, maka dengan rela Syekh Siti Jenar dibunuh oleh wali-wali lainnya, supaya ajaran yang dianggap sesat itu tidak berkembang dan berdampak negatif dalam pengajaran dan penyebaran agama Islam.

Selain itu nama Wali Sanga bukan hanya nama sembilan Wali di atas, tetapi setiap ada Wali yang meninggal, maka akan digantikan oleh Wali 
lainnya agar tetap genap ada Sembilan orang Wali Utama dalam proses Islamisasi di Nusantara 
atau Indonesia ini.
Entah mengapa harus dengan angka sembilan, sampai sekarang belum dapat diketahui apa maknanya dan maksudnya yang sebenarnya. Apakah angka Sembilan dianggap nilai yang tertinggi? Penulis tidak berani menyimpulkan!

RBM. Sutartomo

Rabu, 29 Oktober 2008

SERANGAN UMUM 1 MARET


Demi eksistensi Kaemerdekaan Indonesia, Bung Karno berjaga-jaga dengan memindahkan Ibu kota dari Jakarta ke Yogyakarta, serta Membuat PDRI ( Pemerintahan Darurat Republik Indonsia di Sumatera Barat. Sebab apabila RI jatuh ke tangan Belanda melalui Agresi Militer-nya  baik Agresi Pertama dan ke`dua, maka Indonesia akan terjajah kembali dan harus memperjuangkan Kemerdekaan RI dari Nol Lagi.

Betul, Jakarta jatuh ke tangan Belanda dan juga terus berusaha menguasai daerah Indonesia secara lambat laun dan menyerang Yogyakarta pula. Ini sangat membahayakan RI sebagai negara yang Merdeka.
Atas prakarsa Sri Sultan Hamengku Buwana ke IX, disusunlah serangan ke Yogyakarta untuk merebut kembali kota Yogyakarta untuk menunjukkan kepada dunia Internasiona bahwa RI dan militer Indonesia masih ada. Sebagai pelaksana serangan adalah Tentara Nasional Indonesi yang waktu itu dipimpin Oleh Letkol Suharto (Presiden RI yang ke dua, sebenarnya ke empat, setelah Mr. Asaat, presiden RI dalam RIS dan .....?...  Presiden PDRI-->> Pemerintahan Darurat Republik Indonesia )
Serangan ini terkenal sebagai dengan nama "Serangan Umum 1 Maret", sehingga eksistensi RI sebagai negara Merdeka masih diakui oleh dunia, bukan berjuang lagi untuk memperoleh Kemerdekaan akibat Agresi Militer Belanda I dan II ( Clasch I dan II ).
Peranan Sri Sultan Hamengku Buwana sangat penting, karena berani melindungi Tentara RI dari serbuan Jendral Spoor yang mau membalas dndam akibat Serangan Oemoem 1 Maret tersebut. Jendral Spoor tidak berani memaksa Sri Sultan untuk menyerahkan Tentara RI yang berlindung di dalam Kraton Yogyakarta.

Dari peristiwa tersebut, sangat layaklah Sri Sultan Hamengku Buwana IX langsung diangkat sebagai Pahlawan Nasional, begitu beliau wafat.
Beliau berani berkata kepada Jendral Spoor : "Langkahi mayat saya, bila anda berani memasuki Kraton saya!". Maka selamatlah para tentara dan pejuang-pejuang kita serta Indonesia yang tetap tegak Merdeka.

RBM. Sutartomo

Selasa, 28 Oktober 2008

KASUNANAN PAKUBUWANA HADININGRAT


Sejarah telah menulis, setelah kerajaan/Kraton Kartosuro berhasil diterobos oleh pembrontakan Cina, maka pamor kraton dianggap telah pudar. Maka diperintahkan kepada para pinisepuh yang mengetahui tempat baru yang cocok untuk menggantikan Kraton yang baru. Tentu saja dengan 
berbagai pertimbangan, termasuk hal-hal yang bersifat magis. Akhirnya terpilihlah Desa Sala (sehingga menjadi kota Solo, Jateng) yang
berupa rawa-rawa. Maka menurut konon cerita rawa-rawa tersebut ditibun dahulu dengan batangan-batangan pohon,supaya dapat dibangun Kraton yang baik dan tidak di atas rawa-rawa.
Bila kita ingat akan hal tersebut, maka Solo merupakan daerah yang rendah dan rawan banjir, bahkan pernah terjadi banjir beberapa kali, diantaranya yang terbesar tahun 1960-an, karena di daerah pusat perkotaan terendam sampai 3 meteran. Dulu batas banjir ditandai di tembok penjara jalan Slamet Riyadi, Solo. Entah karena apa tanda tersebut akhirnya dihilangkan.

Nah...Akhirnya Berdirilah Kraton Surakarta Hadiningrat pengganti Kraton Kartosuro yang terkenal dengan Untung Suropati-nya. Masyarakat Indonesia pasti tak mengenal lagi kraton Kartosuro Hadiningrat, karena sekarang tinggal puing-puing tembok batu bata yang cukup lebar dan kuat sebagai saksi bisu keberadaan Kraton tersebut membentengi Makam-makam keturunan Kraton, diantaranya Selir Raja yang bernama Sedah Merah yang terkenal kecantikkannya yang sampai sekarang dikeramatkan dan dianggap "wingit" (angker dan magis).

Kraton Surakarta Hadiningrat diperintah oleh seorang raja yang bergelar Sunan Pakubuwono Hadiningrat sebagai penguasa Kerajaan Mataram Islam sampai akhirnya nanti dipecahbelah oleh penjajah  Belanda dalam perjanjian Giyanti (?) melalui politik "devide et Impera"-nya, sehingga di belah menjadi Kasunanan Surakarta dan Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Bahkan politik itu terus berlangsung dengan memecah belah kedua kraton tersebut masing-masing jadi dua lagi.(Perjanjian Salatiga??)
Surakarta dipecah menjadi Kasunanan dan Mangkunegaran, Ngayogyakarta menjadi Kasultanan dan Paku Alaman.
Tentu Politik devide et impera itu dijalankan agar ada pihak Kraton yang memihak pada penguasa penjajahan Belanda. Tragis memang, mengapa bangsa kita dari dulu sampai sekarang mudah sekali di adu domba oleh pihak-pihak yang berkepentingan untuk memancing di air keruh?

Dalam perjalanan Kraton Surakarta Hadiningrat sampai sekarang diperintah oleh Sunan Paku Buwana yang ke 15 mengalami liku-liku kehidupan, penuh dengan intrik-intrik pro dan kontra.
Tak ada keistimewaan Kraton tersebut untuk memerintah daerah secara khusus dalam melestarikan budaya bangsa, bahkan tanda-tanda silang sengketa mulai mewarnai siapa yang berhak memerintah di Kraton tersebut karena Pemerintah ikut serta dalam pemilihan Sunan di Surakarta. Hingga kini Kraton tersebut memiliki Dua Sunan, Pilihan Pemerintah dan pilihan anggota keluarga Kraton. Mana yang lebih berhak dan resmi memerintah dan berkuasa?
Biarlah waktu yang akan menentukan!